Kamis, 19 Februari, 2026

Pemkot Batu Buka Akses Kolaborasi Internasional, Fokus Hilirisasi Riset Pertanian dan Pariwisata

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih terarah dan aplikatif melalui penjajakan kerja sama riset bersama Graduate School of International Development Nagoya University (GSID) Jepang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Bina Praja, Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/2/2026).

Wali Kota Nurochman, menegaskan bahwa kolaborasi internasional harus diarahkan pada hilirisasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Menurutnya, kerja sama tidak cukup berhenti pada forum akademik, melainkan harus melahirkan model yang bisa direplikasi dan diintegrasikan dalam kebijakan daerah.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghadirkan kontribusi konkret. Kolaborasi riset harus menjawab kebutuhan daerah dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Nurochman.

Wali Kota Batu juga menekankan pentingnya pelibatan perangkat daerah terkait sejak tahap perencanaan agar sinergi lintas sektor dapat terbangun sejak awal. Dengan demikian, hasil kajian dan rekomendasi akademik dapat langsung diterjemahkan menjadi program yang implementatif.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Isamu Okada menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan program pengiriman mahasiswa magister (S2) sebanyak 15–20 orang yang direncanakan berlangsung pada September mendatang. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi Jepang dan Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan model pembangunan berbasis potensi lokal.

Tim GSID turut memaparkan sejumlah praktik baik di Jepang yang berpotensi diadaptasi, di antaranya konsep “Michi-no-Eki”, yakni fasilitas terpadu di tepi jalan utama yang berfungsi sebagai rest area sekaligus pusat promosi produk lokal dan UMKM.

Selain itu, disampaikan pula praktik penguatan pertanian berbasis pengalaman wisata (experiential tourism), hingga pengemasan komoditas unggulan seperti mangga premium di Prefektur Miyazaki yang memiliki standar kualitas tinggi dan nilai jual eksklusif.

Model tersebut dinilai relevan untuk dikaji lebih lanjut mengingat Kota Batu memiliki karakter pertanian hortikultura dan destinasi wisata yang kuat.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Batu, Tenaga Ahli Wali Kota, akademisi FEB UB, serta pimpinan instansi vertikal terkait. Ke depan, penjajakan ini akan ditindaklanjuti melalui perumusan rencana kerja bersama yang lebih teknis dan terukur. (*)

Berita Terkini

Jam Kerja ASN Pemkab Pasuruan Selama Ramadhan 1447 H Jadi 32,5 Jam per Pekan

IDEA JATIM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi mengatur...

Truk Diduga RemBlong Tabrak Empat Kendaraan di Jalan Raya Pattimura Batu; Satu Tewas, Empat Luka-Luka

IDEA JATIM, BATU – Kecelakaan maut yang melibatkan lima...

Bumdes Berkah Bersama Desa Kandung Kembangkan 30 Ribu Puyuh, Produksi 2 Kwintal Telur per Hari

IDEA JATIM, MALANG - Potensi bisnis budidaya burung puyuh...
spot_img