IDEA JATIM, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, menginstruksikan transformasi pola tanam di kawasan hulu Bumiaji sebagai langkah permanen memutus siklus banjir luapan Kali Krecek. Dalam pertemuan strategis bersama BPBD dan DPUPR, Kamis (9/4/2026), pria yang akrab disapa Cak Nur ini mendorong petani beralih dari tanaman hortikultura semusim ke tanaman tegak seperti kopi dan kakao.

Langkah ini diambil menyusul data alih fungsi lahan hutan seluas 109 hektar yang memicu sedimentasi hingga 97.107 m³ per tahun. “Kita fasilitasi petani beralih ke tanaman tegak. Akarnya mengikat tanah untuk konservasi, tapi hasilnya tetap punya nilai ekonomi tinggi bagi warga,” tegas Cak Nur.
Selain pemulihan hulu, Pemkot Batu juga akan melakukan audit perizinan bangunan di wilayah rawan bencana sesuai Perda No. 2/2015. Cak Nur menegaskan bahwa ketegasan tata ruang adalah harga mati demi keselamatan publik, dibarengi dengan normalisasi sungai di sisi hilir secara masif. (eri)



