IDEA JATIM, BATU – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu tancap gas dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pendidikan. Melalui agenda Pendampingan Pembelajaran Digitalisasi Pendidikan, instansi ini menyasar seluruh tenaga pendidik jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kota Batu, baik negeri maupun swasta.

Acara yang dipusatkan di SDK Sang Timur tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, S.T., M.T., Ph.D. Dalam arahannya, Alfi menekankan bahwa pemutakhiran kapasitas guru adalah kunci utama menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif di era modern.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi Kota Batu. Kami terus meng-upgrade kompetensi para pendidik untuk memastikan kualitas pembelajaran merata dan kompetitif,” ujar Alfi.
Empat Misi Transformasi Digital
Mantan Kadis PUPR Kota Batu ini menjabarkan empat misi utama dalam transformasi digital di Kota Wisata tersebut:
Pemerataan Akses: Memastikan sumber daya pendidikan berkualitas dapat dijangkau siswa tanpa hambatan geografis.
Kualitas Pembelajaran: Integrasi teknologi di ruang kelas untuk menciptakan metode belajar interaktif.
Pemberdayaan Guru: Meningkatkan kemahiran guru dalam mengoperasikan instrumen teknologi modern.
Kesiapan Masa Depan: Membentuk karakter siswa yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Alfi yang juga menjabat Ketua PII Kota Batu ini optimis bahwa sinergi antara teknologi dan kompetensi guru akan mewujudkan visi pendidikan yang lebih maju dan SAE (Sinergi, Akseleratif, Efektif).
Merespons Penurunan Skor PISA
Alumnus S3 Civil Engineering dari University Technology of Malaysia (UTM) ini memaparkan bahwa kebijakan digitalisasi ini bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan respons atas tantangan global seperti penurunan skor PISA (literasi, numerasi, sains), rendahnya daya saing SDM, serta ketimpangan infrastruktur TIK.
Secara regulasi, langkah strategis ini mengacu pada landasan hukum Inpres No. 7 Tahun 2025 dan Perpres No. 46 Tahun 2025 terkait percepatan digitalisasi dan pengadaan perangkat pendidikan.
“Fokus kami ke depan adalah penyediaan infrastruktur seperti internet, perangkat, hingga papan interaktif, serta penguatan kapasitas SDM bagi guru dan tenaga kependidikan,” tambahnya.
Membangun Ekosistem Utuh
Lebih jauh, Alfi menjelaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal perangkat keras. Dindik Kota Batu berupaya membangun ekosistem utuh yang mencakup tiga pilar utama:
Technology: Ketersediaan perangkat keras, lunak, jaringan, dan konten digital.
Environment: Ruang belajar fleksibel yang mendukung integrasi teknologi.
Process: Metode pembelajaran interaktif yang berpusat sepenuhnya pada siswa (student-centered learning). (*)




