Senin, 2 Februari, 2026

Screen Time Anak dan Tantangan Konsentrasi di Era Serba Layar

IDEA JATIM, Layar digital hadir di hampir setiap aspek kehidupan modern. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi gawai, televisi, dan berbagai perangkat visual interaktif. Screen time pun menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka. Tantangannya bukan sekadar berapa lama anak menatap layar, melainkan bagaimana paparan tersebut memengaruhi kemampuan konsentrasi, emosi, dan kebiasaan belajar anak.

Memahami screen time secara utuh membantu orang tua mengambil keputusan yang lebih tepat dan seimbang.

Screen Time sebagai Stimulus Sensorik

Layar memberikan rangsangan visual dan audio yang cepat dan berulang. Bagi otak anak yang masih berkembang, stimulus ini terasa menarik sekaligus menantang. Paparan berlebihan dapat membuat otak terbiasa dengan kecepatan tinggi, sehingga anak kesulitan fokus pada aktivitas yang menuntut perhatian lebih lama, seperti membaca atau menyimak.

Namun, dalam dosis dan konteks yang tepat, screen time juga dapat menjadi sumber stimulasi yang bermanfaat.

Hubungan Screen Time dan Pola Konsentrasi

Konsentrasi bukan kemampuan bawaan, melainkan keterampilan yang dibentuk melalui kebiasaan. Screen time yang tidak terarah dapat mengganggu proses ini, terutama jika anak terbiasa berpindah konten dengan cepat tanpa jeda refleksi.

Sebaliknya, screen time yang terstruktur—misalnya untuk aktivitas edukatif atau kreatif—dapat melatih fokus, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir visual.

Peran Orang Tua dalam Mengelola Paparan Layar

Orang tua memegang peran sentral dalam mengelola screen time anak. Bukan hanya dengan menetapkan batasan waktu, tetapi juga dengan memahami isi dan tujuan penggunaan layar.

Pendampingan aktif membantu anak belajar memilah konten, memahami dampaknya, dan membangun kesadaran diri dalam menggunakan teknologi.

Kualitas Interaksi Lebih Penting daripada Durasi

Sering kali diskusi tentang screen time terjebak pada angka durasi. Padahal, kualitas interaksi anak dengan layar jauh lebih menentukan. Menonton bersama, berdiskusi tentang konten, atau mengaitkan tayangan dengan kehidupan nyata dapat memperkaya pengalaman belajar anak.

Pendekatan ini mengubah layar dari aktivitas pasif menjadi sarana eksplorasi yang bermakna.

Menjaga Ritme Harian Anak

Screen time yang tidak diatur dapat mengganggu ritme harian anak, termasuk waktu tidur dan aktivitas fisik. Ritme yang seimbang penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anak.

Menyelaraskan waktu layar dengan jadwal harian membantu anak memahami batasan dan mengembangkan disiplin diri secara alami.

Screen Time dan Regulasi Emosi Anak

Paparan layar juga memengaruhi kemampuan anak mengelola emosi. Anak yang terlalu bergantung pada layar untuk hiburan berisiko kesulitan menghadapi rasa bosan atau frustrasi.

Dengan dukungan orang tua, anak dapat belajar mengenali emosi dan mencari alternatif aktivitas yang sehat di luar layar.

Penutup

Screen time adalah realitas yang tidak dapat dihindari di era digital. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana orang tua membantu anak membangun hubungan yang sehat dengan layar.

Melalui pendampingan, batasan yang konsisten, dan pemilihan konten yang tepat, screen time dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak yang seimbang dan bermakna.

Berita Terkini

Gadget dan Anak: Menata Hubungan Sehat di Tengah Dunia Digital

IDEA JATIM, Gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari...

Orang Tua sebagai Arsitek Lingkungan Tumbuh Anak di Era Perubahan

IDEA JATIM, Perkembangan anak tidak terjadi dalam ruang hampa....

Guncang Panggung Jember, Tim Tari Jatinuswantara UM Segel Juara I National Dance Competition

IDEA JATIM, MALANG – Tim Tari Jatinuswantara dari Program...
spot_img
Berita Terkait