Kamis, 29 Januari, 2026

Volunteer Prancis, Terkesan Bahasa Inggris Siswa Sekolah Sabilillah

IDEA JATIM, MALANG – Loriane Savary terkesan dengan kemampuan siswa Sekolah Sabilillah. Meskipun belum bisa Bahasa Indonesia, berada di Sabilillah tak membuatnya asing. Karena banyak siswa yang sudah lancar berkomunikasi aktif dengan Bahasa Inggris. Terutama terutama mereka yang tinggal di Ma’had SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren.

Volunteer Prancis,Bahasa Inggris,Sekolah Sabilillah
KAGUM: Volunteer dari Prancis Loriane Savary melihat secara langsung proses pembelajaran di SD Islam Sabilillah Malang dan berinteraksi dengan siswa

“Saya sangat terkesan. Mereka begitu aktif berkomunikasi. Saya tidak merasa sendiri di sini. Kemana-mana diajak mereka beraktivitas sesuai dengan agenda yang ada di Ma’had dan sekolah,” ujarnya.

Loriane merupakan warga Prancis. Dia hadir sebagai international volunteer di Indonesia. Sudah lebih sebulan berada di Sekolah Sabilillah. Sehari-hari tinggal di Ma’had Sabilillah. Berbaur dengan santri.

Volunteer Prancis,Bahasa Inggris,Sekolah Sabilillah
CERIA: Anak-anak TK Islam Sabilillah Malang 1 belajar bersama Loriane Savary volunteer asing dari Prancis

Keberadaan Loriane sebagai international volunteer menjadi warna tersendiri di lingkungan sekolah ini. Bahasa Inggris di sekolah dan mahad menjadi lebih aktif. Para siswa mendapatkan kesempatan yang berharga. Sehari-hari bisa berkomunikasi dengan turis. Dengan dialeg dan intonasi yang tentunya menyerupai Bahasa Inggris di Eropa.

“Sekolah Sabilillah ini keren. Salah satu sekolah maju yang saya temukan. Fasilitas, program dan budayanya mencerminkan sekolah unggul,” kata dia.

Di Ma’had Sabilillah, Loriane baru pertama melihat dan merasakan budaya pesantren. Aktivitas santri diwarnai nilai-nilai religius. Interaksi mereka santun. Ini menjadi pengalaman baru yang dirasakannya. “Saya melihat interaksi santri itu begitu mengagumkan. Mereka mengutamakan etika yang bagus,” ujarnya.

Dia yang akrab disapa Miss Lolo ini telah mendapatkan banyak hal baru di Sekolah Sabilillah. Dia merasakan suasana belajar di kelas yang ada di TK Islam Sabilillah Malang 1, TK Islam Sabilillah Malang 2, SD Islam Sabilillah Malang 1, SD Islam Sabilillah Malang 2, SMP Islam Sabilillah Malang, SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren dan Ma’had Sabilillah.

“Saya begitu terkesan dengan semangat belajar siswa. Bahkan di malam hari pun mereka belajar. Pagi hari sebelum sekolah juga ada aktivitas belajar. Saya terkesan sekali. Termasuk guru-gurunya yang kreatif,” tuturnya.

Mahasiswa yang kini tengah menempuh gelar ganda Sejarah dan Ilmu Politik di Institut Catholique de Paris Prancis ini
mendapatkan wawasan arti kehidupan yang solider dan saling menghormati di tengah perbedaan. “Pengalaman ini akan memungkinkan saya untuk memperkuat pengetahuan saya sehingga di masa depan saya dapat secara aktif berkontribusi pada inisiatif perdamaian dan pembangunan dalam skala global,” ungkapnya.

Sekretaris LPI Sabilillah Malang, Dr. Ali Afandi, M.Pd mengatakan, program guru luar negeri ini merupakan implementasi dari tujuan besar Sekolah Sabilillah dalam mencetak pemimpin peradaban dunia, yang Islami, cendekia dan berkebangsaan. Dituangkan dalam blue print Tahun 2030 Sekolah Sabilillah yang salah satu programnya memiliki guru dan siswa dari luar negeri. “Maka untuk mengawali itu kami kerjasama dengan Dejavato dalam rangka menghadirkan volunteer asing, yang kali ini berasal dari Paris Prancis,” katanya.

Program tersebut juga sejalan dengan misi Sabilillah dalam mencetak lulusan dengan dimensi multilingual. Ada lima bahasa asing yang dikembangkan saat ini. Yakni Bahasa Inggris, Arab, Jerman, Jepang dan Mandarin. “Nanti kami hadirkan secara bertahap guru internasional dengan durasi waktu yang cukup lama. Misalnya dengan status guru luar biasa,” ucapnya.

Program internasional ini tidak hanya menerima dari luar, Sekolah Sabilillah juga memberangkatkan guru dan siswa ke luar negeri. Misalnya beberapa waktu lalu, guru Sekolah Sabilillah mengikuti program Short Course (Daurah) Pelatihan Pengajar Bahasa Arab di Mesir atas nama Qoniah Agustina, S.Pd. Juga ada Ratri Wahyuningtyas, S.Pd, guru SMA Islam Sabilillah Malang, yang menghadiri acara Special Training Program for Enhancing Teaching Competencies under the Guidance of International Chinese Language Education Standards di Center for Language Education and Cooperation, Shanghai China. “Program ini merupakan upaya untuk memenuhi blue print 2030 yang dituangkan dari visi misi Sekolah Sabilillah,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img