Oleh : Tria Dewi Rizki Ningrum, S.IP (Pustakawan SMP Islam Sabilillah Malang)
Tumbler, sebuah kata yang seringkali kita dengar dan ucapkan di masa kini. Tumbler merupakan suatu wadah serbaguna untuk menyimpan minuman secara berulang kali, biasanya dilengkapi dengan berbagai keunggulan seperti memiliki kemampuan untuk menjaga suhu minuman dengan baik, kedap air, anti bocor, kapasitas penampungan yang bervariasi serta desain botol yang menarik. Hal tersebut menjadikan tumbler sebagai pilihan yang tepat dan praktis sebagai pengganti botol plastik sekali pakai. Istilah tumbler sendiri mulai populer dibicarakan di Indonesia sekitar tahun 2022, tepatnya setelah era pandemi Covid-19.
Fenomena Maraknya Tumbler
Masyarakat merasa bahwa botol berbahan plastik tidak dapat digunakan untuk menjaga suhu minumannya, oleh karena itu mereka membutuhkan suatu wadah yang lebih mumpuni dalam hal tersebut. Maka tumbler merupakan jawaban yang tepat. Masyarakat mulai berbondong-bondong membeli tumbler sesuai dengan keinginan mereka. Tumbler yang dibeli pun cukup beraneka ragam, mulai dari yang warnanya menarik hingga yang berukuran jumbo. Masyarakat menenteng tumbler tersebut kemanapun mereka pergi, baik ketika di sekolah, kantor, mall, hingga lapangan olahraga. Hal itu menciptakan suatu pemandangan yang unik karena tumbler telah tumbuh menjadi tren gaya hidup di tengah masyarakat urban.
Sinyal tingginya angka pembelian tumbler ternyata ditangkap dengan tepat oleh berbagai perusahaan manufaktur barang konsumen (consumer goods), sehingga perusahaan tersebut mulai meluncurkan variasi tumbler yang kekinian nan estetik. Bahkan sebagian besar perusahan sengaja menawarkan tumbler berharga mahal dengan berbagai fitur yang diklaim lebih canggih dibanding tumbler biasa. Contoh berbagai merek tumbler yang banyak digemari oleh masyarakat yaitu Stanley, Corkcicle, Owala, Chako Lab, dan lain sebagainya.
Di sisi lain, tingginya harga pada merek tersebut tidak menghalangi langkah masyarakat untuk membeli tumbler kekinian. Terdapat opsi lain yang menjadi alternatif bagi masyarakat yaitu masyarakat memilih untuk membeli tumbler merek lokal dengan harga yang lebih terjangkau, seperti Rosca, Ecentio, Lock n Lock, dan lain-lain. Dari waktu ke waktu ternyata tidak hanya perusahaan manufaktur barang konsumen yang memproduksi tumbler, lantas berbagai brand kopi terkemuka di Indonesia mencoba peruntungan dalam produk yang sama meliputi Starbucks, Kopi Kenangan, Point Coffee, hingga Kopi Tuku. Banyaknya perusahaan yang memproduksi tumbler membuat masyarakat menjadi lebih bebas dan leluasa untuk membeli tumbler sesuai dengan kebutuhan dan budgetnya.
Kontroversi Tumbler di Tengah Masyarakat
Siapa yang menyangka bahwa barang seperti tumbler pernah membuat geger masyarakat Indonesia. Dari banyaknya kejadian yang ada, terdapat 2 (dua) kejadian yang cukup populer. Pertama, hilangnya tumbler biru Tuku di KAI Commuter Line. Tumbler biru Tuku milik seorang wanita pekerja di Jakarta lenyap bersama cooler bagnya di bagasi Kereta Rel Listrik (KRL), lalu ia menuduh petugas KAI Commuter Line lalai dalam menjalankan tugasnya. Singkat cerita, segala tuduhan tidak terbukti dan petugas tetap bisa bekerja di KAI Commuter Line, nasib malang justru menimpa wanita tersebut karena ia dipecat oleh perusahaan tempat ia bekerja.
Kedua, yakni tumbler starbucks yang menjadi penyelamat. Seorang ibu dan anak terjebak di dalam lift salah satu klinik kecantikan yang berlokasi di Makassar. Naas lift yang ia naiki mengalami kemacetan. Ia mulai berteriak-teriak meminta bantuan kepada orang-orang yang ada di luar lift. Akhirnya muncul seorang wanita yang mengganjal pintu lift tersebut menggunakan tumbler hitamnya. Ia pun sangat bersyukur dengan adanya tumbler tersebut karena menahan pintu agar tetap terbuka, sehingga ia dan anaknya tidak sampai kehabisan oksigen di dalam lift.
Kedua kejadian tersebut menyiratkan suatu pesan bahwa barang sekecil tumbler mampu mengubah persepsi dan reaksi seseorang saat mengambil keputusan. Dalam kedua kejadian itu muncul suatu tindakan yang kontradiktif antara kejadian satu dengan kejadian yang lainnnya. Kejadian kehilangan tumbler ternyata bisa membuat seseorang mengalami kepanikan yang berlebihan, bahkan membuatnya tega untuk melemparkan tuduhan yang tidak benar kepada orang lain. Sedangkan pada kejadian yang lain, terdapat pula seseorang yang merelakan tumblernya untuk menahan pintu lift yang sedang macet. Lebih dari itu, tumbler tersebut bisa dibilang sebagai penyelamat nyawa orang lain. Uniknya, setelah 2 (dua) kejadian tersebut ramai dibicarakan, kedua brand tumbler yang bersangkutan mengalami kenaikan penjualan yang cukup signifikan dalam kurun waktu kurang lebih 48 jam.
Bijak dalam Menggunakan Tumbler
Tumbler telah bertransformasi menjadi barang primer yang wajib dibawa dimananpun dan kemanapun. Jika kita meninggalkan tumbler tersebut, maka besar kemungkinan kita menjadi panik dan merasa takut akan terjadi suatu hal yang buruk pada tumbler kita. Masifnya penggunaan tumbler oleh masyarakat merupakan salah satu bentuk upaya kepedulian lingkungan. Tumbler dinilai dapat mengurangi penggunaan botol plastik sehingga termasuk ke dalam proses 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Hal tersebut telah tumbuh sebagai kebiasaan positif bagi masyarakat sehingga proses pengurangan sampah plastik dapat tercapai dengan baik
Jika dilihat dari segi ekonomi, penggunaan tumbler merupakan cara yang bagus untuk menghemat pengeluaran dalam hal pembelian botol. Selain itu, tumbler kekinian telah didesain sedemikian rupa sehingga dapat dipakai dalam jangka panjang alias lebih awet. Di sisi lain, tumbler bisa menjadi suatu pemborosan jika kita mudah tergoda untuk membeli tumbler yang baru. Kita seringkali mudah termakan oleh iklan tumbler terbaru sehingga kita memutuskan untuk membelinya lagi, parahnya sampai menumpuk lebih dari 3 (tiga) buah. Niat awal menghemat pengeluaran malah menjadi pembengkakan dan cenderung menyia-nyiakan suatu barang atau biasa kita sebut “mubazir”.
Melihat fenomena yang ada, sudah selayaknya kita menjadi masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan barang, termasuk tumbler. Sebaiknya belilah tumbler sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Jangan lupa cek juga budgeting kita sebelum membeli tumbler. Hindari pemaksaan diri untuk membeli tumbler kekinian nan estetik hanya untuk mengikuti tren atau tergoda oleh iklan semata. Jika tumbler sudah terbeli, langkah selanjutnya yaitu gunakan tumbler sesuai dengan fungsinya agar fitur yang dimiliki oleh tumbler tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Yang terpenting, jaga tumbler dengan sebaik mungkin agar tumbler tetap aman selama digunakan.




