IDEA JATIM, MALANG – Pergantian Kapolresta Malang Kota turut mendapat perhatian dari Aliansi Malang Bersuara (AMB). Kelompok masyarakat tersebut menyampaikan sejumlah catatan evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya Kombes Pol Nanang Haryono sekaligus harapan kepada Kapolresta Malang Kota yang baru, Kombes Pol Putu Kholis Aryana.
Juru Bicara AMB, Didin, mengatakan kritik tersebut disampaikan melalui pemasangan spanduk dan pamflet di sejumlah titik strategis Kota Malang. Seperti kawasan Kayutangan Heritage dan JPO Blimbing di depan Masjid Sabilillah.
“Kami menyampaikan kritik sebagai bentuk evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya, dari Kombes Pol Nanang Haryono, sekaligus harapan agar ke depan Polresta Malang Kota bisa lebih baik,” ujar Didin, Rabu (14/1/2026).
Ia menilai, dalam beberapa penanganan aksi demonstrasi, pendekatan yang dilakukan aparat dinilai masih cenderung represif. Salah satu peristiwa yang disorot adalah penggunaan gas air mata saat aksi unjuk rasa besar pada akhir Agustus 2025 lalu.

“Penggunaan gas air mata sampai berdampak ke area rumah sakit. Menurut kami, hal ini perlu menjadi evaluasi agar ke depan penanganan massa dilakukan secara lebih terukur,” jelasnya.
Didin juga menyoroti pentingnya pendekatan persuasif dan dialog dengan masyarakat. Menurutnya, pimpinan Polresta Malang Kota memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen, mulai dari aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Dengan dilantiknya Kombes Pol Putu Kholis Aryana sebagai Kapolresta Malang Kota, Aliansi Malang Bersuara berharap adanya perubahan pola pendekatan kepolisian yang lebih humanis dan komunikatif.
“Beliau sudah mengenal karakter Malang karena pernah bertugas di sini. Kami berharap komunikasi dengan masyarakat bisa diperkuat agar situasi kamtibmas tetap kondusif,” pungkasnya. (*)




