IDEA JATIM, MALANG – Menyambut momentum bersejarah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lowokwaru menghentak dengan rangkaian syiar besar-besaran sejak akhir Januari hingga Februari 2026. Bukan sekadar seremoni, rangkaian agenda ini menjadi simbol kebangkitan dan penguatan akar rumput warga Nahdliyin di wilayah Malang.
Sejak 26 Januari, ruas jalan protokol, area masjid, hingga institusi pendidikan di Kecamatan Lowokwaru telah bersolek. Ribuan bendera NU dikibarkan sebagai representasi semangat juang yang tak padam selama seratus tahun. “Ini adalah simbol kebanggaan sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar kita memasuki abad kedua,” tegas Ketua Tanfidziyah MWCNU Lowokwaru, Kyai Zainal Arifin, M.Ag.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, jajaran pengurus MWC bersama warga Nahdliyin melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh sentral NU di Pemakaman Umum Dinoyo pada Sabtu (31/1). Doa bersama dipanjatkan di pusara KH. Chamzawi, KH. Jauhari, dan KH. Zen Santoso, disusul silaturahmi ke kediaman tokoh sepuh, Abah Maki. Agenda ini bertujuan meneguhkan kembali sanad perjuangan keulamaan bagi generasi masa kini.
Puncak dari seluruh rangkaian ini adalah Mujahadah Kubra 1 Abad NU yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang. Stadion legendaris tersebut diprediksi akan memutih dan menghijau oleh ribuan jamaah, kiai, serta habaib dari seluruh Malang Raya.
”Kami ingin menumbuhkan kembali ruh cinta NU. Ini adalah momentum konsolidasi spiritual sekaligus refleksi untuk pengabdian pada agama, bangsa, dan kemanusiaan di abad kedua nanti,” pungkas Kyai Zainal. (*)




