IDEA JATIM, MALANG — Menyongsong penerapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Kemendikbud 2026, MTs Ma’arif NU Lowokwaru Kota Malang mengambil langkah strategis dengan menggelar Try Out Akbar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) sebagai bentuk kesiapan madrasah dalam membekali peserta didik menghadapi sistem evaluasi nasional yang baru.
Try out yang dipusatkan di lingkungan MTs Ma’arif NU Lowokwaru tersebut tidak hanya diikuti siswa internal kelas IX, tetapi juga terbuka bagi siswa kelas VI SD dan MI se-Kota Malang. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, menandakan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan baru Kemendikbud tersebut.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara MTs Ma’arif NU Lowokwaru, LP Ma’arif NU MWCNU Lowokwaru, dan lembaga bimbingan belajar Primagama. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjaga mutu pendidikan di tengah perubahan sistem penilaian nasional.
Ketua LP Ma’arif NU MWCNU Lowokwaru, Akhmad Fauzi, S.Ag., M.PdI menegaskan bahwa try out bersama ini dirancang untuk membantu satuan pendidikan dan peserta didik beradaptasi sejak dini dengan pola TKA. Menurutnya, perubahan kebijakan harus disikapi secara proaktif agar tidak menimbulkan kebingungan di tingkat sekolah maupun siswa.
“Kolaborasi ini bertujuan memastikan transisi pendidikan, baik dari jenjang dasar maupun menengah, tetap berjalan dengan baik. Kami ingin kualitas lulusan tetap terjaga meski sistem evaluasi nasional mengalami perubahan,” ujar Fauzi.
Sementara itu, Kepala MTs Ma’arif NU Lowokwaru, Denik Indah Sulistiowati, S.Sos., M.Pd.Gr, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Primagama merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan mental. Ia menilai kesiapan psikologis siswa sama pentingnya dengan penguasaan materi.
Ia juga menyampaikan, MTs Ma’arif NU Lowokwaru juga menyiapkan program pembinaan intensif bagi siswa kelas akhir. Program tersebut meliputi bimbingan langsung oleh tutor Primagama, pembahasan strategi mengerjakan soal TKA, serta simulasi ujian yang dirancang mendekati kondisi sebenarnya.
“Melalui try out dan pendampingan ini, kami ingin siswa lebih percaya diri menghadapi TKA 2026. Mereka tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga ketangguhan mentalnya,” ungkap Denik.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas lembaga, MTs Ma’arif NU Lowokwaru optimistis mampu melahirkan generasi yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era kebijakan baru Kemendikbud. (*)




