Jumat, 30 Januari, 2026

Saint Joseph Montessori Elementary School, Jaga Semangat Belajar Siswa Lewat Peace Corner

IDEA JATIM, MALANG – Jumat (9/1) pagi lalu, ada pemandangan yang menyejukkan di salah satu kelas Saint Joseph Montessori Elementary School (SJM-ES). Saat itu seorang guru sedang mendampingi salah satu anak didiknya. Mereka duduk berdua di sudut kelas. Terlihat guru tersebut memberikan penguatan kepada siswa yang emosinya sedang tidak baik-baik saja.

“Ada siswa yang pagi itu emosinya sedang tidak nyaman, sehingga saat tiba di sekolah mood-nya belum siap belajar,” ujar Kepala SJM-ES, Antonius Widitrianto, S.S.

Dia mengatakan, kondisi anak masing-masing berbeda saat datang ke sekolah. Ada yang semangat. Ada yang gembira. Ada yang sedih. Masing-masing dengan alasan yang tidak sama.

Di sinilah peran sekolah memfasilitasi. Salah satunya dengan menggunakan sarana sekolah yang dinamakan Peace Corner. Pojok Kedamaian. Di ‘pojok’ itu guru memberikan penguatan, membantu siswa mengenali dan menstabilkan emosinya, sehingga ia siap kembali beraktivitas.

“Guru berbicara dari hati ke hati. Mencoba mengerti perasaan anak. Lalu memberikan motivasi secara perlahan. Sampai kembali bersemangat. Setelah itu anak dipersilakan untuk belajar dan berbaur dengan temannya,” terang Anton, sapaan akrabnya.

Peace Corner, sesuai namanya, ditempatkan di pojok kelas. Bukan di luar kelas atau ruang khusus.

Anton menjelaskan, sarana ini sengaja diletakkan di dalam kelas, supaya anak tidak merasa diasingkan. Tidak merasa disisihkan dari yang lain. Tidak seperti sekolah pada umumnya yang membawa siswa ke ruang khusus untuk dibina.

“Kami tidak. Kami mendampingi anak yang sedang memiliki masalah tetap di ruang kelas. Karena proses pemulihan emosi ini merupakan bagian dari pendidikan dan pengajaran di sekolah kami. Supaya anak tidak merasa diasingkan,” ucap Anton.

Dengan perlakuan tersebut, kata dia, siswa akan cepat bangkit dari masalahnya karena mereka merasa diterima dan dianggap sama dengan yang lain.

Selain peace corner, di kelas SJM-ES juga ada peace table. Letaknya satu lokasi dengan peace corner. Dua sarana ini fungsinya saling melengkapi.

Peace table digunakan untuk siswa yang sedang berselisih dengan temannya. Guru memberikan tempat khusus untuk menyelesaikan masalah mereka. Di meja itu siswa yang berselisih berdialog. Menggunakan pikiran yang jernih. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan mereka sendiri.

“Selagi bisa, guru sangat minim terlibat dalam proses ini. Biarkan anak belajar menyelesaikan masalah mereka. Guru hanya memantau dan memberikan arahan jika diperlukan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img