IDEA JATIM, MALANG — Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga ruang bagi siswa untuk memahami diri, menguatkan mental, dan mengekspresikan pengalaman hidup.

Berangkat dari semangat tersebut, MTs Almaarif 01 Singosari menghadirkan Workshop Kepenulisan hasil kolaborasi Perpustakaan sekolah dan Bimbingan Konseling (BK) sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi yang bermakna bagi siswa. Sabtu,(31/1/2026).
Workshop kepenulisan tersebut menjadi kolaborasi perdana antara Perpustakaan dan BK MTs Almaarif 01 Singosari. Mengusung tema “Santri Survivor”, kegiatan ini mengajak siswa menuangkan pengalaman pribadi mereka selama menjadi santri, mulai dari proses beradaptasi, bertahan menghadapi tantangan, hingga bertumbuh dalam lingkungan pesantren.

Menurut Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd, melalui tulisan, siswa diajak jujur pada diri sendiri, merefleksikan suka dan duka, serta merangkainya menjadi karya yang inspiratif.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi antara Perpustakaan dan BK sebagai langkah strategis dalam penguatan literasi.
“Menulis bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan mental siswa. Tulisan dapat menjadi media menyalurkan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup siswa secara positif,” ujar Palupi.
Palupi juga menjelaskan, sinergi Perpustakaan dan BK menjadi kekuatan utama kegiatan ini. Menurutnya, perpustakaan berperan sebagai pusat literasi dan penyedia referensi, sementara BK memberikan pendampingan pengembangan diri dan emosional siswa.
“Kami berharap, kolaborasi ini menciptakan suasana belajar yang edukatif, reflektif, dan menyenangkan,” imbuh Palupi.
Workshop ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi yang tergabung dalam Komunitas Perpustakaan MTs Almaarif 01 Singosari. Hadir sebagai narasumber, penulis Ahsani Fathurrohman, S.M., yang akrab disapa Gus Sani, memberikan motivasi sekaligus teknik dasar kepenulisan.
Ia menekankan bahwa kemampuan menulis tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca.
“Jangan berharap menjadi penulis yang lancar dan hebat kalau membaca saja malas,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi berbagi hasil tulisan siswa. Momen ini menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi peserta untuk terus menulis. Diharapkan, kegiatan kolaboratif semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi dan mendukung perkembangan emosional siswa di MTs Almaarif 01 Singosari. (*)




