IDEA JATIM, MALANG – Siswa-siswi SMP Insan Amanah belajar meningkatkan kualitas ibadah salat. Didampingi para santri Ma’had Al-‘Ali Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Para siswa didampingi secara teori, bacaan dan praktik. Bertempat di Masjid Ramadhan, Kamis (15/1) lalu.

Kepala SMP Insan Amanah, Sri Endah Pujiningrum, S.Si mengatakan kegiatan ini sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas salat anak didiknya. SMP Insan Amanah mengambil momentum ini sebagai rangkaian dari peringatan Isra Mikraj.
“Kami ingin Isra Mikraj ini anak-anak kembali memahami pentingnya ibadah salat. Karena itu salat mereka harus lebih baik. Secara bacaan maupun gerakan. Sehingga bisa lebih khusus dan berkualitas,” ujarnya di sela acara.
Kegiatan ini dimulai dengan sambutan kepala sekolah. Lalu ada arahan dan penyampaian materi pentingnya salat dari tim Ma’had ‘Ali UIN Maliki Malang. Selanjutnya siswa dibagi beberapa kelompok. Berdasarkan kelas, putra dan putri.
Pada sesi tersebut siswa dibimbing secara intensif bacaan dan gerakan yang benar dalam salat. “Isra Mikraj itu visi utamanya menerima perintah salat. Maka kita jadikan momentum ini untuk memahamkan kembali anak-anak pada salatnya. Kalau salatnya bagus, insya Allah ibadah yang lain juga bagus,” terang Endah.
Dari kegiatan ini menunjukkan keseriusan SMP Insan Amanah dalam membina ibadah dan karakter siswa. Dari ibadah yang bagus diharapkan berdampak pada etika dan akhlak yang lebih baik. Sehingga siswa mampu membangun koneksi yang baik dengan Allah dan hubungan insaniah yang bagus dengan sesama.
Peringatan Isra Mikraj menjadi momentum penting untuk membangun pondasi ibadah. Terutama salat. Karenanya kesempatan ini tidak hanya digelar dengan ceramah agama. Tetapi praktik ibadah. Supaya siswa mengerti kekurangan dan kesalahan dalam salatnya.
“Harapan kami anak-anak menjaga kualitas salatnya. Benar-benar memperhatikan syarat, rukun dan sunahnya. Sampai akhirnya mereka mendapatkan ibadah salat yang berkualitas dan berimbas pada kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)





