IDEA JATIM, MALANG – Siapa sangka sosok yang memiliki keterbatasan fisik itu adalah mantan Ketua OSIS. Namanya, Paskal Patria. Siswa kelas 12. Ketus OSIS SMK Tunas Bangsa, Tahun Ajaran 2024-2025 lalu.
Paskal mempunyai ketunaan di fisiknya yaitu pada tangan dan kaki. Remaja kelahiran Jakarta 25 Desember 2007 ini merupakan anak pertama. Dia masuk SMK Tunas Bangsa dengan Kopetensi Keahlian Teknik Komputer dan Telekomunikasi.
Meskipun dengan keterbatasan fisik, Paskal merupakan anak yang sangat percaya diri. Dia tidak merasa punya kekurangan pada dirinya. “Kepercayaan diri inilah yang membuat kami semakin lebih yakin bahwa dia akan mempunyai masa depan yang pasti,” ucap Kepala SMK Tunas Bangsa, Endah Sri Wahyuni, S.Pd.
Siswa dengan dengan tinggi 168 cm ini setiap hari berangkat ke sekolah menggunakan sepeda kayuh. Terkadang dia harus berangkat dengan jalan kaki karena bannya bocor. Setiap hari dia membantu orang tuanya yang berjualan gorengan di depan rumahnya yang berada di Jalan Letjen S Parman. Sebagian gorengan tersebut juga dibawa ke sekolah untuk dijual.
Endah menilai Paskal sebagai siswa yang cerdas, kritis serta mampu berkomunikasi secara aktif dengan siapapun. Karenanya tidak salah kalau dia terpilih sebagai Ketua OSIS.
“Dia selalu bilang, bahwa tidak perlu mengasihani saya, karena hal tersebut yang semakin membuat saya tidak percaya diri. Tapi samakan saya dengan anak regular yang lain, karena saya harus menjadi anak yang sukses untuk diri saya dan keluarga,” ucapnya.
Dengan didikan dari keluarganya yang keras, Paskal tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Banyak program yang selalu dia ikuti dan dilaksanakan ketika menjabat sebagai ketua OSIS. Mulai dari ibadah yang tepat waktu, akademik yang selalu dia ikuti secara maksimal sehingga skill yang dimiliki saat ini sangatlah menunjang dia untuk berada di industri.
“Paskal dinobatkan menjadi Ketua OSIS pada tahun ajaran 2024-2025. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, ketika Allah sudah ridha dengan hasil dari pemilihan OSIS yang saat itu diikuti oleh kelas 10, 11 dan 12,” ungkapnya.
Untuk di bidang komputer atau digitalisasi Pascal cukup menguasai, sehingga dia sudah pernah bergabung di EDOTEL TeBe Syariah untuk menghandle dan melayani kegiatan di Edotel. “Dengan cukup cekatan dan talenta yang kuat, sehingga hal inilah yang menjadi pengalaman yang cukup berarti buat dia,” ujar Indah.
Saat ini, Pascal sedang melaksanakan pembelajaran industri di Clay Garden, merupakan industry clay dengan spesifikasi pembuatan souvenir yang sudah merambah sampai ke luar negeri. Harapannya dengan pembelajaran industry ini, pengalaman dan kesempatan untuk bekerja sebelum lulus sekolah sudah bisa dia lakukan. “Dengan kerja kerasnya yang demikian, dari pihak industri pun juga mempunyai keinginan untuk nantinya bisa menerima secara tetap Pascal menjadi karyawannya yang lebih kreatif dan inovasi,” tuturnya.
Paskal bertekad besar untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Indah pun berharap nantinya Paskal bisa mendapatkan Beasiswa sesuai yang diharapkan. Karena jenjang kuliah ini disupport dari pihak industri. “Dengan Pendidikan yang cemerlang, pasti masa depan yang cemerlang akan diraih dengan gemilang,” pungkasnya. (*)




