Jumat, 30 Januari, 2026

Pagelaran Orkestra SKB 2025 ; Senandung Mahakarya Sekolah Sabilillah Pancarkan Cahaya Cinta

IDEA JATIM, MALANG – Pagelaran Orkestra Simfoni Khazanah Bangsa (SKB) Tahun 2025 sukses digelar. Kegiatan tahunan Sekolah Sabilillah ini berlangsung dengan semarak. Berhasil mengguncang Graha Cakrawala UM, Sabtu (20/12) lalu.
Sebanyak 702 siswa tampil spektakuler dengan alunan musik orkestra yang begitu memukau.

Pagelaran Orkestra SKB adalah harinya siswa-siswi Sekolah Sabilillah. Di kesempatan ini mereka menunjukkan potensinya. Khususnya di bidang seni dan budaya. SKB juga menjadi momentum bagi siswa Paskibra untuk juga unjuk kebolehan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah Malang Prof. Dr. H. Ahmad Rofi’udin, M.Pd terlihat kagum dengan aksi siswa-siswi berbakat. Begitu pun para tamu undangan serta ribuan orang tua siswa yang memenuhi tribun Graha Cakrawala UM dari segala sisi.

“Lagu-lagu yang dinyanyikan bukan sekedar nostalgia, tetapi sebuah instrumen dalam membangun pondasi karakter kebangsaan dan keislaman. Mengajarkan anak menjadi insan kamil. Inilah cara Sekolah Sabilillah menumbuhkan cinta anak pada Indonesia dengan cara yang indah,” ucap Prof Rofi’udin.

Rektor UM Periode 2014-2022 ini mengapresiasi para siswa Sekolah Sabilillah yang telah berhasil menyajikan mahakarya yang begitu indah. Termasuk para guru yang telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Memberikan pelatihan dan pembinaan maksimal pada anak didiknya.

Menurutnya, seni merupakan salah satu jalan meneguhkan budi pekerti. Melembutkan jiwa dan memperkuat karakter anak. Melatih mereka disiplin, kesabaran, kerjasama, dan kepekaan sosial. Artinya, pagelaran orkestra ini bukan sekedar bermain musik, menari, menyanyi dan drama.

“Sehingga siswa-siswi Sekolah Sabilillah selain cerdas intelektual, juga halus budi pekertinya. Mereka memiliki nilai integritas kebangsaan yang kuat. SKB ini telah menyatukan bakat dan karakter anak,” ungkapnya.

Pagelaran Orkestra SKB 2025 mengangkat konsep lagu-lagu Islami klasik. Diaransemen dengan musik modern. Selaku konduktor, Abdul Wahab, SE dan Fajar Arisandi, S.Pd sukses menyajikan karya yang begitu indah. Keduanya merupakan guru Sekolah Sabilillah.

Pertunjukan diawali dengan aksi siswa-siswi SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren. Mereka menampilkan drama teatrikal Laskar Sabilillah dan tentang syiar Islam di zaman Wali Songo. Dilanjutkan dengan pentas seni tari Saman yang ditampilkan begitu indah.

Prof Rofi’udin menjelaskan bahwa para siswa juga diberikan pemahaman dakwah Islam secara kultural. Seperti dakwah wali songo yang mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. “Ilmu dan adab itu saling menguatkan untuk mampu menebar cahaya cinta. Demikian Islam disyiarkan, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar,” terangnya.

Prof. Rofi’udin menerangkan, kata Khazanah Bangsa dalam SKB bermakna wawasan, rasa dan kebijaksanaan. Mengajarkan siswa nilai-nilai kecintaan pada bangsa.l. “SKB merupakan simbol harmoni. Disini anak-anak belajar memainkan banyak instrumen musik. Perpaduan seni budaya yang dirangkai dengan keindahan musik dan lagu, mengajarkan mereka filosofi kemanusiaan,” katanya. (*)

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img