Minggu, 1 Februari, 2026

MI Nurul Huda 1: Borong Piala PERGAMACAB, Perkuat Karakter Siswa

IDEA JATIM, MALANG – Madrasah ini sedang lari kencang. Pesat sekali. Namanya: MI Nurul Huda 1 Kota Malang.

​Lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU ini makin mendapat tempat di hati masyarakat. Alamatnya ada dua : Jalan Ki Ageng Gribig dan KH Sofyan Yusuf, Kedungkandang. Keduanya padat aktivitas.

​Belum lama ini, para siswa madrasah ini bikin heboh. Borong piala. ​Dari ajang : Perkemahan Siaga Ma’arif Cabang (PERGAMACAB) 2025. Ini event bergengsi. Hasilnya? Enam gelar juara dibawa pulang sekaligus.

​Juara 1 Lomba PBB Pangkalan.
​Juara 1 Pionering Putra.
​Juara 1 Pionering Putri.
​Juara 1 Tapak Tenda Putri.
​Juara 2 Tapak Tenda Putra.
​Juara 3 SMS Putri.

​Kepala Madrasah, Munir, S.Ag., tentu gembira. Bangga luar biasa. Tapi bagi Munir, ini bukan sekadar soal piala pajangan. Ada yang lebih prinsipil : soal karakter. ​”Anak Pramuka itu istimewa. Mereka adalah siswa pilihan,” katanya.

​Di mata Munir, Pramuka adalah kawah candradimuka. Di sana anak dilatih disiplin. Tangguh. Berani. Dan yang paling penting : punya tanggung jawab tinggi.

​Bagaimana dengan akademiknya?

​Ternyata berbanding lurus. Anak yang aktif di Pramuka biasanya moncer di kelas. “Pribadi yang komplet. Mereka unggul dibanding yang lain,” tambah Munir.

Munir berharap ini jadi lecutan motivasi. Agar siswa MI Nurul Huda 1 terus mewarnai event-event NU ke depan. Termasuk event di luar NU.

​Rahasia suksesnya? Manajemen latihan.
​Di madrasah ini, Pramuka dibagi dua kategori : Reguler dan Inti.
Yang reguler latihan sebulan sekali. Yang inti? Ini yang serius. Seminggu sekali mereka digembleng. Bahkan bisa
lebih. ​Pelatihnya pun mumpuni. Guru-guru yang sudah lulus Kursus Mahir Dasar (KMD).

​Masuk tim inti pun tidak mudah. Ada seleksinya. Dilakukan di awal tahun ajaran, sejak kelas 3. Empat pertemuan pertama adalah masa ujian. Siapa yang konsisten, dia yang terpilih.

​Munir ingin siswanya mandiri. Siap menghadapi hidup dengan keterampilan yang mumpuni. Dia yakin, mereka yang aktif di Pramuka akan jadi aktivis di jenjang sekolah berikutnya. Menjadi pionir. ​”Faktanya memang begitu. Yang pintar di kelas biasanya anak Pramuka. Mereka terbiasa memanfaatkan waktu,” pungkasnya.

​Itulah MI Nurul Huda 1. Tidak hanya mengejar prestasi di atas kertas, tapi menyiapkan pemimpin masa depan lewat disiplin. (*)

Berita Terkini

SMK Plus Almaarif Singosari, Resmikan Unit Bisnis Berbasis Kompetensi Keahlian dan Kearifan Lokal

IDEA JATIM, MALANG – Dari ruang kelas menuju dunia...

Perpustakaan dan BK MTs Almaarif 01 Singosari Bersinergi Tingkatkan Literasi Siswa Melalui Workshop Kepenulisan

IDEA JATIM, MALANG — Literasi bukan sekadar kemampuan membaca...

Satu Abad NU, Lowokwaru Menghijau, MWCNU Siapkan Puncak Mujahadah Kubra di Gajayana

IDEA JATIM, MALANG – Menyambut momentum bersejarah Satu Abad...

Peran Ibu sebagai Sekolah Pertama Anak dalam Membentuk Karakter dan Cara Berpikir

IDEA JATIM, Sebelum anak mengenal ruang kelas, papan tulis,...
spot_img