IDEA JATIM, MALANG – Sekolah Sabilillah gencar berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru. Beberapa guru dikirimkan ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan atau workshop peningkatan kompetensi. Yang terbaru, Qoniah Agustina, S.Pd. Belum lama ini, dia menyelesaikan tugas internasional dalam program Short Course (Daurah) Pelatihan Pengajar Bahasa Arab.

Program tersebut diselenggarakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Ma’had Syaikh Khalil El-Husori, Mesir. Dilaksanakan pada 17 November sampai 2 Desember 2025 lalu. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi teks bahasa Arab, memperdalam pemahaman teks-teks keagamaan, serta mengembangkan keterampilan pedagogis melalui metode dan teknik pembelajaran kontemporer.
Qoniah Agustina, S.Pd mengatakan, program daurah memiliki beberapa tujuan. Yang utama untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam penguasaan literasi teks Bahasa Arab, pemahaman teks keagamaan, serta implementasi metode pembelajaran yang efektif dan mutakhir. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menganalisis teks berbahasa Arab secara lebih mendalam. Selain itu untuk memperkuat pemahaman terhadap teks-teks keagamaan dari sumber primer.

“Para peserta daurah dilatih dan mendapatkan pembinaan agar mereka menguasai teknik dan strategi pembelajaran Bahasa Arab berbasis praktik langsung. Kompetensi profesional peserta dalam mengajar Bahasa Arab akan semakin meningkat,” ujarnya.
Kepala SD Islam Sabilillah Malang 1 ini juga menambahkan, kegiatan Short Course (Daurah) juga bertujuan untuk membangun wawasan lintas budaya para peserta melalui interaksi di lingkungan pendidikan Mesir. Mereka juga memperoleh pengalaman internasional yang memperkaya perspektif pedagogis. “Dan yang tak kalah penting mengembangkan jejaring akademik dengan para pengajar dan peserta dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Kegiatan Short Course (Daurah) ini diikuti oleh para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk pendidik Sekolah Sabilillah dari Malang. Daurah ini memberikan kesempatan belajar langsung dari para masyayikh (pakar) di Mesir, memperluas perspektif lintas budaya, serta membuka ruang refleksi mengenai implementasi pembelajaran Bahasa Arab di sekolah.
Beberapa materi yang disampaikan kepada para peserta antara lain, Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Arab bagi Non-Penutur Asli dan Strategi Bertahap dalam Pembelajaran Bahasa Arab : Dari Kata hingga Wacana, disampaikan oleh Dr. Aiman Efendi. Materi Metodologi/pendekatan dalam mengajarkan Ilmu Balaghah oleh Dr. Husain Ali, Analisis Teks Modern oleh Dr. Sa’id Hasan dan Metode Pembelajaran Ilmu Bahasa oleh Dr. Muhammad Faishol.
Qoniah menjelaskan, program daurah tidak hanya bermanfaat bagi peserta. Tetapi juga untuk anak didik dan sekolah atau lembaga tempat mereka mengabdikan diri.
Manfaat bagi sekolah atau lembaga bisa mendapatkan inovasi dan penguatan metode pembelajaran Bahasa Arab, terbukanya peluang kerja sama pengembangan program pembelajaran serta peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui transfer pengetahuan dari peserta.
Sedangkan bagi siswa, mereka mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas, komunikatif, dan kontekstual. Karena guru dapat menerapkan model pembelajaran Bahasa Arab yang lebih variatif dan modern. “Maka tanggung jawab kami pasca kegiatan daurah internasional ini harus bisa mengimplementasikan hasil pelatihan dalam peningkatan praktik pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (*)




