IDEA JATIM, MALANG – Siswa-siswi SD Islam Sabilillah Malang 2 begitu antusias menyimak kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj. Kisah itu disampaikan oleh Kak Bagus. Pendongeng dari Kota Malang. Dikemas dengan cerita menarik. Siswa pun semangat mendengarkan.
Apalagi diselingi dengan humor. Kak Bagus tidak sendiri. Dia bersama Si Untung boneka monyet yang setia menemaninya di kala perform. Sesekali terjalin komunikasi interaktif antara siswa dan Kak Bagus. Membuat materi semakin menarik.
Materi Isra Mikraj yang dikemas unik dan menarik ini membuat siswa lebih mudah paham. “Materinya tentang perjalanan Nabi Muhammad ke langit. Untuk menerima perintah salat,” ujar Amira Mikayla Azzahra, siswa kelas 2 yang sejak awal tampak antusias memperhatikan.
Kegiatan Isra Mikraj SD Islam Sabilillah Malang 2 dimeriahkan dengan beberapa kegiatan. Diantaranya, lomba-lomba. Ada lomba adzan dan menjawab adzan, lomba salat berjamaah, lomba sambung ayat dan bakti sosial.
Wakil Kepala SD Islam Sabilillah Malang 2, Yuyun Dwi Suryandari, S.Pd mengatakan, Isra Mikraj menjadi sebuah momentum untuk meningkatkan kualitas iman anak didiknya. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas ibadah salat.
“Momentum Isra Mikraj untuk meneladani perjalanan agung Rasulullah. Dengan semua materi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman anak-anak melalui ibadah. Karena peristiwa Isra Mikraj erat kaitannya dengan ibadah salat,” ujarnya. “Dengan rangkaian lomba islami dan dongeng penuh hikmah, semoga ananda semakin cinta ibadah dan berakhlak mulia,” sambungnya.
Yuyun menjelaskan sebagai upaya menguatkan ibadah salat di rumah siswa mendapatkan Kartu Pantau Salat. Khususnya Salat Maghrib, Isya dan Subuh. Karena Salat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan di sekolah.
“Kartu ini untuk memudahkan kami memantau salat anak-anak di rumah. Tentu kami bekerjasama dengan orang tua. Setiap hari mereka memberikan paraf di kartu tersebut. Kartu pantau ini bertujuan sebagai media kontrol, supaya anak-anak terbiasa menjadikan salat lima waktu,” terangnya.
Sementara itu, para siswa juga terlihat antusias saat mengikuti perlombaan. Baik yang berlomba maupun yang menonton. Sabtu (17/1) lalu, merupakan babak final lomba adzan dan sambung ayat.
Guru yang bertindak sebagai juri, tidak hanya menilai. Tetapi juga memberikan bimbingan lafadz adzan yang benar. Supaya siswa tidak salah ucap. “Kesalahan pada pengucapan lafadz akan merubah makna,” ucap Irfan salah satu juri.
Para finalis ini tampil begitu percaya diri. Suara adzan yang dikumandangkan terdengar lantang. Demikian juga pada lomba sambung ayat. Hampir semuanya tampil dengan hafalan yang baik. Lancar dan fasih. Mereka melantunkan ayat-ayat pendek sesuai yang sudah ditetapkan guru, masing-masing untuk kelas 1 dan 2.
Sekolah Sabilillah merupakan sekolah Islam yang dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang. Memiliki empat jenjang pendidikan yang tersebar di tiga kampus besar. Mulai dari TK Islam Sabilillah Malang 1, TK Islam Sabilillah Malang 2, SD Islam Sabilillah Malang 1, SD Islam Sabilillah Malang 2, SMP Islam Sabilillah Malang dan SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren. (imm)




