Jumat, 30 Januari, 2026

Geger Dini Hari di Jembatan Soehat Malang, Mahasiswi PTN Diduga Lompat

IDEA JATIM, MALANG – Suasana dini hari di kawasan Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat) mendadak berubah mencekam. Seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Kota Malang ditemukan tergeletak di bawah jembatan setelah diduga nekat melompat, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.


Peristiwa tersebut langsung mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Perempuan berinisial TA (24), asal Jakarta, pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata bernama Teguh. Saat melintas di atas jembatan, ia melihat seorang perempuan berdiri di tepi pembatas. Tak lama kemudian, korban tiba-tiba melompat ke bawah.


“Saksi kaget melihat ada orang di tepi jembatan, lalu langsung melompat. Setelah itu saksi mendekat dan memastikan ke bawah jembatan,” ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta.


Benar saja, di bawah jembatan terlihat seorang perempuan dalam kondisi tergeletak dan lemas. Teguh kemudian meminta bantuan warga sekitar serta melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi terdekat. Tak berselang lama, petugas kepolisian, tim medis, dan relawan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.


Petugas INAFIS Polresta Malang Kota turut melakukan identifikasi awal. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi bernapas meski tampak kesakitan. “Korban masih hidup. Setelah diperiksa oleh tim medis, diperkirakan mengalami patah tulang di bagian tangan kanan,” jelas Kompol Anang.


Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam penanganan tim medis.
Pihak kepolisian juga berupaya menghubungi keluarga korban di Jakarta. “Kami sudah berusaha mengontak pihak keluarga untuk menyampaikan informasi kejadian ini agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.


Terkait motif, polisi belum dapat memastikan penyebab korban nekat melompat dari jembatan. Proses pendalaman masih dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu kedatangan keluarga korban. “Kami masih menggali informasi lebih lanjut dan menunggu keluarga untuk melengkapi pemeriksaan,” pungkas Kompol Anang.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan mahasiswa. Redaksi mengimbau pembaca yang tengah menghadapi tekanan psikologis untuk tidak ragu mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan pendampingan yang tepat.


Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat membutuhkan bantuan, segera hubungi tenaga medis atau layanan konseling yang tersedia. (*)

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img