Kamis, 29 Januari, 2026

DPRD Jatim dan Diknas Jatim Apresiasi Film Sayap Garuda, Angkat Anti Bullying

IDEA JATIM, MALANG – Film Sayap Garuda garapan Direktur Yayasan Sekolah Unggulan Kebonsari (SUKMA), Aldino Sibghotullah Mafa akhirnya tayang perdana di seluruh bioskop pada Rabu, (21/1) kemarin.

Momen tersebut ditandai dengan Nonton Bareng ( Nobar) Film Sayap Garuda di Mopic Sinemas, Malang bersama seluruh kepala sekolah negeri dan swasta Kota Malang.

Tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Suwarjana, SE, MM , Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih dan Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai S.STP., M.M.

Dalam sambutanya, Aries menyampaikan akan merekomendasikan Film Sayap Garuda di lingkungan Diknas Provinsi Jatim, hal ini setelah ia melihat alur cerita yang mengangkat tema Anti Bullying.

Menurut Aries, film ini menjadi media edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya pelajar dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.

“Kami berharap di seluruh tingkat sekolah tidak terjadi bullying. Kami berharap, peran seluruh guru bisa mencegah dan tidak ada bullying di lingkungan sekolah. Film ini sangat bagus dan menginspirasi bagi kami semua,” ujar Aries.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Hikmah Bafaqih, bahwa bullying memang tidak boleh ada dimanapun dan bersama menjaga tidak ada bullying di lingkungan sekolah.

Ia juga mengapresiasi Film Sayap Garuda ini mampu memberikan gambaran visual tentang efek bullying. Ia berharap, tenaga pendidik mampu merespon cepat jika terjadi tindakan bullying di sekolah.

“Jangan cari amannya saja jika terjadi bullying. korban dan pelaku tetap harus didampingi dan diberikan pendampingan,” ujarnya.

Sebelum penayangan perdana, film karya kolaborasi Sekolah SUKMA dan Trazz Picture Jakarta ini telah menyelenggarakan Gala Premiere pada, Sabtu, (17/1) lalu.

Kehadiran Walikota Malang, Wahyu Hidayat bersama para tokoh Malang Raya, para pemain Nasional seperti Yama Carlos, August Melasz, Zahwa Malabar serta para pemain dari Malang Raya yang mayoritas dari para siswa siswi juga ikut hadir untuk menonton film yang bercerita berdasarkan bagian dari kejadian nyata di Malang Raya.

“Saya mengapresiasi karena sebagian besar adalah generasi muda Kota Malang dengan menggandeng teman-teman penyandang disabilitas. Saya berharap film ini mampu mendorong industri perfilman di Kota Malang,” ujar Pak Mbois sapaan akrabnya. (*)

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img