IDEA JATIM – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memperingati Dies Natalis ke-57 dengan pesan refleksi yang kuat. Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menekankan filosofi Jawa “Eling lan Waspodo” (Ingat dan Waspada) sebagai strategi utama untuk mengembalikan kejayaan kampus teknik tertua di Jawa Timur tersebut.
Dalam acara tasyakuran yang dihadiri para purnabakti dan sivitas akademika di Aula Kampus 1, Senin (26/1), Rektor menegaskan bahwa keberlangsungan institusi sangat bergantung pada kualitas pelayanan terhadap mahasiswa. ”Kita harus sadar, mahasiswalah yang memberi kita kehidupan. Mari lupakan ketidaknyamanan masa lalu. Kita satukan hati untuk memberikan pelayanan terbaik agar kepercayaan masyarakat kembali meningkat,” tegas Awan.
Meski tim promosi telah menjangkau ratusan titik di Indonesia, Rektor mengingatkan bahwa kerja keras eksternal tidak akan berarti tanpa sinergi internal yang kuat. Ia meminta seluruh staf untuk tidak terlena dengan usia kampus yang sudah mencapai 57 tahun.
Sejalan dengan itu, Ketua P2PUTN, Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT, menyoroti pentingnya relevansi riset. Ia mendesak agar hasil penelitian dosen dan mahasiswa tidak hanya berakhir di perpustakaan. “Riset dari kampus ini harus turun ke masyarakat sebagai solusi teknologi terapan yang nyata,” ujarnya.
Acara ini juga menjadi ajang “sambung rasa” dengan para pendahulu. L. Hermin Dwi Yuniarti, purnabakti yang telah mengabdi selama 38 tahun, mengisahkan militansi kerja era mesin ketik dan kursi seng. Ia berpesan agar generasi muda ITN tidak kehilangan semangat juang meski kini fasilitas kampus jauh lebih modern.
Sebagai simbol integrasi antara yayasan, pimpinan, dan para senior, prosesi potong tumpeng dilakukan oleh Rektor dan diserahkan kepada Ketua P2PUTN. Di usia ke-57 ini, ITN Malang secara kolektif berkomitmen untuk melakukan transformasi pelayanan demi menjawab tantangan industri pendidikan yang semakin kompetitif.
(*)



