IDEA JATIM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat posisinya sebagai pencetak pendidik kelas dunia. Dalam Orientasi Akademik PPG Calon Guru Gelombang I 2026, Sabtu (31/1), UMM mengumumkan terobosan menarik : kesempatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Australia bagi para mahasiswanya.
Langkah berani ini diambil untuk membekali calon guru dengan wawasan global. Sebagai persiapannya, UMM mewajibkan mahasiswa melakukan presentasi dalam bahasa Inggris.
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., MM., CA., menegaskan bahwa PPG bukan sekadar jalur administratif untuk meraih gelar profesi. “Guru yang paling berkesan bukan hanya karena pintar secara akademik, tapi karena keteladanan dan sentuhan kasih sayangnya, terutama di pendidikan dasar,” ujarnya.
Juanda menekankan pentingnya menjadi inspiring teacher yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan, bukan sekadar guru yang mengajar secara formal.
Senada dengan hal tersebut, Subkoordinator Implementasi PPG Prajabatan Kemendikdasmen, Yulia Gita Fany, M.Si., menyebut PPG sebagai instrumen strategis negara. Ia mengingatkan bahwa guru profesional harus adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap memiliki integritas moral yang kuat.
Pemerintah sendiri telah berkomitmen penuh melalui beasiswa sebagai upaya mencetak figur teladan di masyarakat. “Keberhasilan program ini adalah hasil kolaborasi antara kampus, sekolah mitra, dan pemerintah daerah,” tambah Yulia.
Ketua Prodi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menjelaskan bahwa tema orientasi tahun ini—Guru Hebat, Dunia Menanti—merupakan jawaban atas krisis nilai dan pesatnya teknologi saat ini. ”Guru masa depan harus berani keluar dari zona nyaman. Inovasi mereka harus berlandaskan nilai-nilai keislaman, kejujuran, dan kasih sayang,” tegas Trisakti.
Ke depannya, sebagian materi PPG di UMM akan disampaikan dalam bahasa Inggris sebagai strategi internasionalisasi. Peluang PPL ke Australia diharapkan menjadi pintu gerbang bagi para lulusan untuk memperkaya perspektif pedagogik mereka melalui pengalaman nyata di kancah global. (*)



