IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) tancap gas memperkuat posisinya di panggung pendidikan global. Melalui Entry Meeting Monitoring Awal Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) 2025–2026, UM menegaskan kesiapannya menjadi kampus berkelas dunia.
Digelar di Graha Rektorat lantai 8 pada Kamis (29/1), pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan komitmen nyata dalam mengawal program strategis nasional. Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyatakan bahwa universitasnya tengah serius berbenah, terutama dalam memotivasi seluruh sivitas akademika agar mampu bersaing dengan standar internasional.
”Kami perlu terus belajar dan memperkuat ekosistem di UM. Dukungan tim EQUITY sangat penting untuk memotivasi kita semua bergerak bersama menuju standar global,” tegas Prof. Hariyono. Ia juga menyoroti penguasaan bahasa Inggris sebagai kunci utama agar insan UM tetap kompetitif.
Keseriusan UM mendapat apresiasi dari Ketua Tim Pemonev EQUITY, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Ia mencatat bahwa kehadiran lengkap jajaran pimpinan UM menunjukkan komitmen tinggi institusi. Namun, ia juga memberikan peringatan penting terkait akuntabilitas.
”Tahun 2026 adalah tantangan baru dengan monitoring tiga kali setahun. Seluruh rencana kegiatan pada Juni–Juli harus tuntas dan dilaporkan secara akuntabel demi optimalisasi anggaran,” jelas Prof. Ni Nyoman.
Senada dengan hal tersebut, Najib Husein dari LPDP mengingatkan pentingnya mitigasi risiko sejak dini. Evaluasi ketat akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan tanpa kendala teknis yang berarti.
Melalui program EQUITY, UM tidak hanya mengejar pengakuan internasional, tetapi juga bertransformasi dalam tata kelola yang lebih modern dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia. (*)




