IDEA JATIM, MALANG – SMAK Santa Maria Malang patut berbangga. Salah satu alumninya menjadi kontestan dalam audisi Indonesian Idol XIV. Dia adalah Aracely Evina atau yang kini akrab disapa Arrcely. Lolosnya Arrcely dalam audisi ini tentu juga menjadi kebanggaan bagi warga Malang.

Lulusan Tahun 2021 SMAK Santa Maria Malang ini, kini berjuang di Top 21 Indonesia Idol. Dengan bakat, Potensi dan talenta yang dimilikinya, tim juri memberikan kepercayaan untuk berkembang dan bersaing dengan kontestan lain hingga menjadi juara.
Salah satu Guru SMAK Santa Maria Malang, Fani Yohan Daryono, S.Pd menceritakan banyak kesan selama mengajar dan membina Arrcely. Menurutnya, Arrcely adalah pribadi yang tekun dan memiliki kemampuan yang kuat. Beberapa prestasi juga pernah diraih di bidang seni vokal dan musik. “Sejak menjadi siswa di sini, kami sudah mengenal dia sebagai pribadi mempunyai tekad besar. Prestasinya pun mengagumkan. Pernah Juara 1 FLS2N. Juga pernah juara 1 Bintang Radio Surakarta Tingkat Nasional. Serta beberapa prestasi lainnya,” ujar Fani.
Dia menilai kesuksesan Arrcely lolos Top 21 Indonesia Idol bukan suatu hal yang mengherankan. Karena dia tau karakter kuat Arrcely. Tidak pernah main-main dalam mempersiapkan diri untuk berlomba. Bahkan untuk sekedar perform di sekolah. Orang tuanya pun memberikan dukungan yang begitu besar. “Orang tuanya juga sangat mendukung. Seperti yang kita tahu, waktu kompetisi di Surakarta, sampai menghadirkan pelatih khusus dari sana yang mengerti betul lagu-lagu daerah di Solo,” ungkap Fani.

Dia juga menilai Arrcely sebagai pribadi yang humbel. Objektif terhadap kemampuan dirinya. Terbuka dan mau menerima masukan. Tidak jarang tampil lebih dulu di depan guru hanya sekedar mendapatkan saran sebelum perform. “Dan yang bikin kami terkesan semua masukan itu dia gunakan. Tidak seperti penyanyi lain yang jarang menerima saran dari orang lain,” kata dia.
Fani melanjutkan, karakter lain dari seorang Arrcely adalah bertanggung jawab. Kesenangannya bernyanyi dan perform di depan publik tak membuatnya lupa akan kewajiban belajar. Sebelum lomba semua tugas belajar sudah diselesaikan. Sehingga dia bisa fokus menjalankan perlombaan dan tampil maksimal.
“Memang biasanya guru memberikan tugas yang lebih padat pada siswa yang akan izin berlomba. Tujuannya supaya yang bersangkutan tidak ketinggalan pelajaran. Dan Arrcely menyelesaikan semua itu dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Arrcely kini sudah menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa. Dia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Gadjah Mada. Keikutsertaan Arrcely dalam Indonesia Idol untuk mengembangkan passion yang dimiliki.
“Jujur kami sangat bangga. Juga terharu melihat semangat Arrcely berjuang dalam kontes Indonesian Idol. Ini adalah mimpinya dari dulu. Tahun ini dia berusaha mengejarnya. Harapan kami dia tetap lolos ke tahap berikutnya dan menjadi juara. Menjadi berkat untuk Indonesia dan dunia. Serta tidak melupakan almamater,” tutur Fani penuh harap. (*)




