IDEA JATIM, GRESIK – Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga menggelar Pelatihan Pembuatan Kompos Organik, Jumat (17/01/2026) di Balai Desa Pegundan, Bungah, Gresik.
Kegiatan ini merupakan upaya mahasiswa dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta tujuan ke-13 mengenai aksi terhadap perubahan iklim.
Pelatihan ini bertujuan memberi edukasi kepada masyarakat tentang cara mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Warga diajak lebih peduli terhadap pengelolaan limbah organik sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Untuk diketahui, Belajar Bersama Komunitas (BBK) sendiri merupakan program pengabdian masyarakat Universitas Airlangga yang menempatkan mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.
Ketua Kelompok BBK 7 Pegundan, Ikhwan Dwi Kautsar, mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Airlangga Angkatan 2023, menerangkan bahwa kegiatan pelatihan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan yang banyak ditemui di masyarakat.
“Pelatihan pembuatan kompos organik ini kami laksanakan untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa sampah dapur dan limbah rumah tangga sebenarnya dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola sampah sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkapnya.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa BBK 7 memberikan demonstrasi langsung mengenai proses pembuatan pupuk organik cair dari bahan-bahan sederhana seperti sisa sayuran, kulit buah, air, gula merah, dan terasi. Peserta pelatihan diajarkan langkah-langkah fermentasi yang mudah dipraktikkan di rumah, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, hingga cara penggunaan pupuk pada tanaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja BBK 7 Desa Pegundan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Selain pelatihan kompos organik, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan lain seperti edukasi pola hidup bersih dan sehat, pendampingan posyandu, sosialisasi kesehatan, serta penyuluhan hukum sederhana bagi warga desa.
Melalui pelatihan pembuatan kompos organik ini, diharapkan masyarakat Desa Pegundan dapat lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga dan mulai beralih pada praktik pertanian ramah lingkungan. Upaya kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi kebersihan lingkungan desa.
Selain itu, dengan terlaksananya program ini, BBK 7 Universitas Airlangga berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi Desa Pegundan serta berkontribusi dalam mewujudkan target SDGs melalui aksi nyata di tengah masyarakat.





