

IDEA JATIM, PASURUAN β Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan setelah tiga siswanya keluar dari asrama pada pertengahan semester ini.
Dari jumlah tersebut, satu siswa dikeluarkan karena kasus pelanggaran berat berupa tindakan bullying dan penganiayaan, sementara dua lainnya keluar atas permintaan orang tua.
Kepala Sekolah SR Kabupaten Pasuruan, Julianto, menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan salah satu siswa telah melalui proses panjang. Siswa tersebut sebelumnya sudah beberapa kali mendapat sanksi skorsing, namun tetap melakukan pelanggaran serupa.
βYang bersangkutan sudah lama melakukan pelanggaran berat, termasuk penganiayaan. Korban dari SMP hingga SMA merasa keberatan dan akhirnya terjadi kegaduhan,β ujarnya, Kamis (25/9/2025) lalu.
Menurut Julianto, pihak sekolah telah memanggil orang tua siswa dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan sejak Agustus lalu untuk mencari penyelesaian sesuai prosedur. Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang agar lingkungan sekolah tetap kondusif.