IDEA JATIM, MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengubah paradigma pengabdian masyarakat menjadi solusi konkret masalah desa. UMM melepas 500 mahasiswa peserta KKN Berdampak 2026, Sabtu (241) hari ini dengan target intervensi jangka panjang di 17 kecamatan Malang Raya. Program ini dirancang khusus sebagai katalisator tiga pilar utama SDGs, Pendidikan Berkualitas, Kehidupan Sehat, dan Kemitraan Strategis demi mewujudkan kemandirian desa hingga sepuluh tahun ke depan.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Ir. Iis Siti Aisyah, MT. PhD. IPM, menegaskan bahwa KKN Berdampak kali ini dirancang dengan pendekatan strategis berbasis data. Dalam penentuan lokasi dan program pengabdian, pihaknya menerapkan prinsip Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) sebagai landasan utama. Prinsip kemitraan ini menjadi pondasi untuk menggerakkan pilar-pilar lainnya secara efektif.
“Kami tidak sekadar menempatkan mahasiswa, tetapi membangun sinergi. Karena itu, kami berkoordinasi intensif dengan tiga komponen kunci yaitu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta pemerintah desa setempat. Tujuannya adalah memetakan potensi dan masalah riil, sehingga program yang digarap benar-benar menjawab kebutuhan desa secara presisi,” ujar Iis.