

IDEA JATIM, MALANG - Program penelitian kolaboratif tiga universitas negeri menghasilkan temuan penting bagi masa depan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui program Upskilling Guru pada kegiatan Magang Industri (UGMI), guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini mendapat kesempatan memperdalam pengalaman langsung di dunia industri.
Program ini diinisiasi oleh Universitas Negeri Malang (UM) sebagai host, bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) 2025.
Ketua peneliti, Prof. Dr. Yoto, S.T., M.M., M.Pd., menjelaskan bahwa kesenjangan kompetensi antara guru SMK dan kebutuhan dunia industri menjadi penyebab rendahnya daya saing lulusan. Banyak guru menguasai teori, tetapi kurang memiliki pengalaman praktik nyata di lapangan kerja. Melalui UGMI, guru ditempatkan langsung di perusahaan mitra untuk memahami proses produksi, teknologi terkini, dan budaya kerja industri. “Magang guru adalah langkah strategis untuk menjamin mutu pembelajaran berbasis industri,” ujar Prof. Yoto.