

IDEA JATIM, MALANG – Di tengah mencuatnya isu kenaikan biaya pendidikan tinggi di tanah air, Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengambil sikap tegas untuk menjaga aksesibilitas pendidikan melalui sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berkeadilan. Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menegaskan bahwa institusinya tetap berkomitmen pada mandat negara untuk mencerdaskan bangsa, namun menekankan bahwa tanggung jawab ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Supriatna, pendidikan tinggi berkualitas membutuhkan pondasi finansial yang kokoh agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Mengingat keterbatasan anggaran negara (APBN) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), peran serta orang tua mahasiswa menjadi instrumen krusial dalam keberlangsungan operasional kampus.
"Pendidikan tinggi butuh dukungan finansial yang sehat. Investasi pendidikan adalah investasi masa depan, apalagi Indonesia sedang menjemput era bonus demografi di mana kualitas SDM menjadi kunci utamanya," ujar Supriatna kepada Malang Posco Media pada Rabu (29/4).