Oleh: Cherry Salmaliana Lucky, S.Pd.
Guru SD Islam Sabilillah Malang 1
Di tengah perkembangan pendidikan saat ini, pembelajaran semakin diarahkan pada penguatan kemampuan 4C’s (critical thinking, creativity, collaboration, dan communication). Siswa didorong untuk aktif mencari tahu, berpikir kritis, serta membangun pemahamannya sendiri melalui pendekatan yang lebih berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Namun, di tengah semangat pembelajaran modern tersebut, ada satu pertanyaan yang menarik untuk dipikirkan kembali: apakah metode pengulangan (drilling) masih relevan bagi siswa sekolah dasar?
Bagi sebagian orang, drilling sering kali dipandang sebagai metode pembelajaran lama yang identik dengan hafalan, monoton, dan terlalu berpusat pada guru. Padahal, khususnya pada siswa sekolah dasar, pengulangan masih memiliki peran penting dalam membangun pemahaman. Tentu bukan pengulangan yang sekadar menghafal tanpa makna, melainkan pengulangan yang membantu siswa menjadi semakin akrab dengan konsep yang sedang dipelajari.