IDEAJATIM.ID, - Nada kritik datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Wakabid Organisasi DPD GMNI Jawa Timur Kelvin Arisudin mempertanyakan urgensi pelibatan organisasi Cipayung Jawa Timur dalam agenda misi dagang luar negeri Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran yang terus digaungkan pemerintah.
“Kami memandang bahwa misi dagang luar negeri seharusnya berfokus pada aktor-aktor yang memiliki relevansi langsung terhadap sektor perdagangan, investasi, industri, UMKM, dan diplomasi ekonomi daerah. Pelibatan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung tentu menimbulkan pertanyaan publik mengenai dasar kebutuhan, tujuan strategis, serta kontribusi konkret yang ingin dicapai dari keikutsertaan tersebut," ujarnya, Kamis (07/05/2026).
“Di saat masyarakat sedang dihadapkan pada berbagai persoalan ekonomi, pendidikan, dan lapangan pekerjaan, pemerintah semestinya lebih bijak dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran daerah. Kami tidak menolak ruang kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa. Namun, pelibatan organisasi mahasiswa harus memiliki orientasi yang jelas, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar simbolik atau seremonial belaka," tambah Kelvin.