Logo IDEA JATIM
17/06/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
LIFESTYLE

Empati: Kecerdasan Tertinggi yang Masih Tersisa

Ada satu wabah baru yang mewabah di era media sosial: keinginan untuk selalu ikut ramai. Ia tidak menular melalui udara. Ia menyebar melalui layar. Seseorang membuat video. Ribuan menirukan. Seseorang membuat tren. Jutaan mengulang. Tidak penting apakah tren itu bermakna atau tidak. Tidak penting apakah ada yang terluka atau tidak. Yang penting adalah tidak tertinggal dari keramaian.

Hari ini, teknologi melesat jauh melampaui imajinasi para leluhur, tetapi hati manusia justru sering tertinggal di belakang. Kita hidup di masa ketika seseorang dapat berbicara dengan seluruh dunia hanya melalui layar di telapak tangan, namun pada saat yang sama kehilangan kemampuan paling dasar sebagai manusia.

Di zaman media sosial, segala sesuatu bergerak dengan kecepatan yang tidak pernah dikenal oleh peradaban sebelumnya. Sebuah tarian, sebuah potongan suara, sebuah ekspresi wajah, dapat berpindah dari satu layar ke jutaan layar lain hanya dalam hitungan jam. Viralitas menjadi mata uang baru. Yang lucu diulang. Yang ramai diperbincangkan. Yang kontroversial diperbanyak. Dan sering kali, sebelum kita sempat berpikir, kita sudah ikut menirukan.