Logo IDEA JATIM
10/06/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
SASTRA

DIAMNYA WAKTU

Kita telah berjalan sejauh waktu mengizinkan luka menjadi bahasa,
dan diam menjadi rumah
bagi yang tak sempat kita ucapkan.
Di luar sana,
negeri ini adalah puisi yang patah
kata-kata dirampas,
makna diperdagangkan,
namun di antara kita,
masih ada meja tua, dua cangkir kopi,
dan tanganmu
yang selalu kucari
setiap pagi.

Aku pernah kehilanganmu
dalam diam sepanjang kemarau.
Kita hampir menjadi dua orang asing
yang kebetulan mengingat nama yang sama.
Namun cinta menolak mati
ia bangkit dari reruntuhan kita sendiri,
seperti hujan
yang akhirnya menemukan tanahnya.
Aku mencintaimu
dengan cara yang tak selesai:
seperti hujan yang disimpan,
seperti sunyi yang dipelihara,
seperti keberanian mencintai
di dunia yang kehilangan nurani.

Jika waktu benar-benar habis,
biarlah cinta ini tinggal
di napas terakhir yang kita bagi
dan sebuah kesaksian:
kita memilih setia
meski dunia
berkali-kali mengajarkan untuk menyerah.