Ideajatim.id, MALANG — Suasana di ruang Du Xiu Shu Fang UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) tampak hangat, Kamis (9/7). Hari itu, ruang perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan menjelma menjadi panggung dialog intelektual yang cair namun bernas. Melalui bedah buku karya Sosiolog kawakan Prof. Emeritus Ariel Heryanto, UM menegaskan komitmennya: kampus harus menjadi tempat yang paling merdeka untuk bertanya.
Acara bertajuk Berpikir Kritis demi Kehidupan yang Lebih Demokratis ini membawa misi besar, yakni menghidupkan kembali tradisi nalar kritis di kalangan akademisi. Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., bahkan tak ragu melempar seloroh yang sarat makna dalam sambutannya.
“Saya berharap pikiran Pak Ariel bisa menjadi salah satu ‘virus’ yang tumbuh subur di UM. Saya sendiri sejak masih mahasiswa sudah tertular ‘virus’ beliau lewat tulisan-tulisannya,” kenang Prof. Hariyono disambut tawa peserta.