Ideajatim.id, MALANG – Hari pertama masuk madrasah di MIN 1 Kota Malang tampil beda. Papan penuh komitmen dan pohon kertas berisi pesan empati menghiasi ruang kelas. Media kreatif ini bernama Papan Kerukunan & Pohon Persahabatan. Langkah ini menjadi benteng awal madrasah untuk mengikis habis perundungan (bullying). Baik secara verbal maupun non-verbal.
Gerakan ini melibatkan seluruh siswa kelas 2 hingga kelas 6. Kegiatan diawali dengan menonton film edukasi tentang dampak buruk bullying. Setelah itu, para siswa menuliskan kalimat empati dan janji saling menjaga. Tulisan tersebut ditempelkan secara kolektif di papan dan pohon persahabatan masing-masing kelas.
Kepala MIN 1 Kota Malang, Dra. Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menyebut langkah ini sangat krusial. Pasalnya, komposisi siswa di setiap kelas selalu diacak setiap tahun ajaran baru.
"Sistem kelas diacak agar anak-anak cepat beradaptasi. Mereka belajar berteman dengan siapa saja. Papan dan Pohon Persahabatan ini jadi pengingat awal: menyakiti teman adalah hal melanggar. Kami ingin iklim belajar selalu rukun dan menyenangkan," tegas Siti Aisah.