IDEAJATIM.ID, Malang – Candi Sumberawan di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tidak hanya menjadi peninggalan sejarah bercorak Buddha, tetapi juga menyimpan nilai budaya, tradisi, serta sumber mata air yang masih dijaga kelestariannya hingga kini. Situs cagar budaya ini terus menarik perhatian peneliti, arkeolog, wisatawan, hingga umat beragama yang datang untuk beribadah maupun melakukan meditasi.
Menurut, Ahmad Akmal Basyar, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kerajaan Majapahit. Dahulu, kawasan ini dikenal dengan nama Kasurangganan atau Taman Bidadari, sebagaimana tertulis dalam kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. Kawasan tersebut juga dipercaya pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 ketika melakukan perjalanan ke berbagai wilayah kekuasaan Majapahit. Berdasarkan kajian para ahli, bangunan Candi Sumberawan diperkirakan didirikan sekitar abad ke-14.
Nama Sumberawan berasal dari dua kata, yakni sumber yang berarti mata air dan rawan atau rawa yang berarti telaga. Penamaan tersebut menggambarkan kondisi kawasan candi yang pada masa lalu dikelilingi oleh telaga yang terbentuk dari beberapa sumber mata air di sekitarnya.