IDEA JATIM, MALANG – Sebuah pesan WhatsApp yang menawarkan pekerjaan sempat membawa harapan baru bagi Ida, perempuan asal Pacitan yang kini tinggal di Surabaya. Pengirim pesan itu adalah Risky, mantan rekan kerjanya yang mengaku telah mendirikan perusahaan penyalur asisten rumah tangga. Karena merasa sudah mengenal sosok tersebut, Ida tidak memiliki alasan untuk curiga. Ia pun mengira percakapan yang berlangsung merupakan bagian dari proses rekrutmen kerja.
Pada awalnya, semua berjalan seperti perekrutan tenaga kerja pada umumnya. Mereka membahas peluang kerja, persyaratan administrasi, hingga rencana penempatan. Bagi Ida, tidak ada yang janggal. Semua terdengar meyakinkan dan membuatnya percaya bahwa kesempatan kerja yang ditawarkan benar-benar nyata.
Namun, menurut pengakuannya, situasi mulai berubah. Percakapan yang semula membahas pekerjaan perlahan bergeser ke ranah pribadi. Ida mengaku diminta mengirimkan foto dan video pribadi yang menurutnya tidak ada kaitannya dengan proses seleksi tenaga kerja. Permintaan itu membuatnya merasa tidak nyaman dan mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari komunikasi tersebut.