Logo IDEA JATIM
25/08/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
LIFESTYLE

Mencari Kembali Kepemimpinan Hasyim Asy’ari di Muktamar Jombang

Muhyiddin Martain
Khodam Pondok Pesantren Al Hidayah Kota Batu sekaligus peneliti kebijakan di T-Lab (The Indonesia Think Tank and Policy Lab).

Suatu hari, 25 Juli 1947, di sebuah kamar sederhana di Tebuireng, seorang kiai sepuh berusia 76 tahun tersungkur sambil memegangi kepalanya. Dua kalimat terakhir yang terdengar dari mulutnya, “Masya Allah, Masya Allah”, terucap bukan karena sakit yang dideritanya, melainkan karena kabar bahwa salah satu benteng pertahanan rakyat baru saja direbut Belanda. Beberapa jam kemudian ia wafat, sebelum sempat menjawab permohonan Bung Tomo untuk mengeluarkan kembali komando jihad yang baru diajukan kepadanya.

Kiai itu bernama KH Hasyim Asy’ari. Wafatnya menjadi salah satu episode paling dramatis, sekaligus paling jarang diceritakan, dalam sejarah Revolusi Kemerdekaan Indonesia.