IDEA JATIM, BATU – Kota Batu menghadirkan narasi baru dalam mengusung subsektor gastronomi menuju penobatan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia. Tidak hanya berfokus pada olahan pangan dan industri wisata, potensi gastronomi Kota Batu ditegaskan memiliki akar sejarah dan kebudayaan yang kuat melalui warisan Prasasti Sangguran.
Ketua Komisi Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu, M. Anwar, menjelaskan bahwa Prasasti Sangguran membuktikan Kota Batu telah memiliki tata kelola pertanian dan kehidupan berkelanjutan sejak zaman Jawa Kuna.
"Gastronomi Batu memiliki kesinambungan sejarah, mulai dari manuskrip budaya dalam Prasasti Sangguran hingga praktik budaya hari ini seperti tradisi Selamatan Desa dan Nasi Tumpeng. Inilah yang membedakan Batu—bukan hanya kota wisata, tapi kota yang memiliki peradaban gastronomi," ungkap Anwar.