IDEA JATIM - Tradisi mudik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya saat momen Lebaran. Setiap tahun, jutaan orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, muncul pertanyaan menarik: apakah mudik benar-benar berasal dari budaya China?
Secara historis, mudik memiliki akar yang kuat dalam budaya lokal Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Istilah “mudik” sendiri berasal dari bahasa Jawa, yakni “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar ke kampung halaman . Ada pula pendapat lain yang menyebut kata ini berasal dari “udik” (desa), sehingga mudik berarti kembali ke desa asal .
Dalam perspektif sejarah, tradisi ini bahkan sudah ada sejak zaman kerajaan seperti Majapahit dan Mataram Islam. Pada masa itu, para pejabat atau perantau kembali ke daerah asal untuk bertemu keluarga atau menjalankan ritual tertentu . Selain itu, masyarakat agraris Jawa juga memiliki kebiasaan pulang kampung untuk berziarah ke makam leluhur, yang kemudian berkembang menjadi tradisi sosial dan spiritual .