Logo IDEA JATIM
14/07/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
SOSIAL & BUDAYA

Rayakan Ulang Tahun Perak, Wayang Krucil Post-Kultural Kota Batu Pukau Festival Lima Gunung XXV

IDEA JATIM, MAGELANG – Mengusung semangat refleksi kekuatan masyarakat desa yang guyup dan rukun, Festival Lima Gunung (FLG) kembali digelar untuk ke-25 kalinya. Memasuki usia perak, festival tahunan bergengsi ini pulang ke tanah kelahirannya di Desa Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Selama tiga hari berturut-turut, 10–12 Juli 2026, lebih dari 50 seniman dan komunitas seni dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul, melebur, dan tinggal bersama warga setempat.

Di antara puluhan penampil, kehadiran Huis van Roedi Lanbatih (HRL) mencuri perhatian. Menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Batu, Jawa Timur, HRL membawa misi khusus: membumikan kembali kesenian tradisional lewat pertunjukan bertajuk Wayang Krucil Post-Kultural.

Langkah HRL mengusung konsep post-kultural bukan tanpa alasan. Format ini sengaja dirancang untuk membuka ruang apresiasi yang lebih ramah dan terbuka bagi generasi muda. Berbeda dengan pakem klasik yang kerap dinilai berjarak dengan anak muda, pertunjukan ini memadukan bahasa yang sederhana dengan sisipan bahasa asing seperti Inggris, Belanda, dan Prancis.