Sosial & Budaya 29 April 2026 Oleh: Redaksi

Aksi Nyata Jaga Lingkungan, 2.500 Liter Eco Enzyme Dituang ke Danau Ranu Grati

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Pasuruan terus digalakkan secara swadaya. Komunitas Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Pasuruan menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan sedikitnya 2.500 liter cairan eco enzyme ke perairan Danau Ranu Grati, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Tak hanya pengurus RDEE, aksi ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, serta puluhan siswa dari SMP Negeri 1 Grati yang antusias mengikuti edukasi pelestarian air tersebut

Rangkaian aksi dimulai dengan prosesi penuangan secara simbolis oleh Muhammad Zaini di tepian danau, yang kemudian diikuti secara serentak oleh para relawan dan siswa. Cairan hasil fermentasi limbah organik ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas air serta menjaga keseimbangan ekosistem di danau kebanggaan warga Pasuruan tersebut.

Apresiasi Kehadiran Legislatif

Pengurus RDEE Pasuruan, Abu Hasan, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran perwakilan legislatif dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini upaya pembersihan danau melalui eco enzyme lebih sering dilakukan secara mandiri oleh komunitas.

“Alhamdulillah, kegiatan kali ini dihadiri oleh Mas Zaini selaku Wakil Ketua DPRD. Selama ini aksi tuang eco enzyme di Danau Ranu Grati dilakukan secara swadaya oleh komunitas RDEE,” ujar Abu Hasan.

Potensi Ekonomi dan Ekologi

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi para relawan. Menurut pria yang akrab disapa Mas Zaini ini, langkah kecil seperti menuangkan eco enzyme memiliki dampak besar jika dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa Danau Ranu Grati bukan sekadar objek wisata dengan panorama indah, melainkan juga tumpuan ekonomi bagi para nelayan setempat.

“Danau Ranu Grati memiliki potensi yang sangat baik, baik dari sisi pemandangan maupun potensi ekonomi bagi nelayan. Harapan saya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan ekosistem habitat ikan, serta membantu mengurangi pencemaran limbah yang masuk ke danau,” jelas Mas Zaini.

Melalui kolaborasi antara komunitas, pelajar, dan pemerintah, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sumber daya air di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat, sehingga kelestarian alam dan kesejahteraan nelayan tetap terjaga. (*)