Ada masa ketika berita cukup hadir dalam bentuk tulisan. Orang membeli koran di pagi hari, membaca laporan wartawan atau jurnalis dari halaman pertama hingga terakhir, lalu mendiskusikannya di warung kopi atau ruang keluarga. Pada masa itu, kekuatan media terletak pada kata-kata.
Namun dunia berubah. Teknologi digital membuat informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya. Berita tidak lagi menunggu esok pagi untuk dibaca. Ia hadir setiap detik melalui layar telepon genggam. Dalam perubahan itu, media pun menemukan cara baru untuk bercerita: melalui videografi dan musik. Hari ini, sebuah berita tidak hanya dibaca, tetapi juga ditonton dan dirasakan.
Ketika terjadi bencana alam, misalnya, masyarakat tidak hanya memperoleh data mengenai jumlah korban atau kerusakan yang terjadi. Mereka melihat langsung kondisi lapangan melalui rekaman video. Mereka menyaksikan rumah-rumah yang roboh, jalan yang terputus, dan wajah-wajah yang menyimpan kesedihan. Dalam hitungan detik, sebuah video mampu menghadirkan kenyataan yang mungkin membutuhkan beberapa halaman tulisan untuk menjelaskannya. Di sinilah videografi memainkan peran penting dalam dunia media.