IDEA JATIM, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) menggelar Focus Group Discussion (FGD), di ruang Sidang, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini bertajuk “Sinergi Pengelolaan Beasiswa Kuliah untuk Keluarga Prasejahtera di Kota Malang”. Forum ini bertujuan untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi anak-anak di wilayah Malang yang memiliki potensi akademik luar biasa namun terbentur keterbatasan ekonomi.
Wakil Rektor 1 UNITRI, Prof. Dr. Ir. KGS Ahmadi, MP, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen yayasan dalam mencetak insan terdidik dari berbagai lapisan masyarakat.
”Kami ingin memfasilitasi warga prasejahtera. Komitmen UNITRI adalah membantu anak-anak dengan kemampuan akademik tinggi namun memiliki kemampuan ekonomi terbatas agar tetap bisa meraih gelar sarjana,” ujar Prof. Ahmadi dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahmadi menceritakan sejarah panjang UNITRI yang bermula dari gabungan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada 2 Agustus 2001. Saat ini, di bawah pengelolaan generasi kedua Yayasan Bina Patria Nusantara, UNITRI bertransformasi menjadi institusi yang lebih progresif.
Kini, UNITRI mengelola lebih dari 6.000 mahasiswa dengan enam fakultas program S1 dan satu program pascasarjana. Dua program studinya, yakni Agroteknologi dan Ilmu Komunikasi, bahkan telah mengantongi akreditasi Unggul.
Selama puluhan tahun, UNITRI telah menjalankan berbagai skema bantuan biaya pendidikan, yaitu Beasiswa Penuh : Pembebasan biaya kuliah hingga 100 persen bagi mahasiswa berprestasi. Dan juga Subsidi Biaya : Bantuan biaya pendidikan sebesar 50 persen hingga 75 persen yang disesuaikan dengan kemampuan wali mahasiswa.
Melalui FGD ini, UNITRI berharap “gaung” program beasiswa ini terdengar lebih nyaring di telinga warga Jawa Timur, khususnya Kota Malang. “Kami ingin berperan aktif memajukan anak-anak di sekitar Malang agar menjadi generasi yang berdaya saing,” tutupnya. (*)
