IDEA JATIM, MALANG – Masalah utama yang menantang dalam penatalaksanaan Diabetes Mellitus (DM) adalah pencegahan komplikasi multiorgan yang menjadi penyebab utama kematian. Menjawab tantangan tersebut, Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes., pakar Biomedik Farmasi dari Universitas Islam Malang, memaparkan potensi fitokonstituen anti-inflamasi sebagai strategi terapi masa depan dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besarnya, Sabtu (9/5/2026).
Dalam naskahnya yang berjudul "Fitokonstituen anti-inflamasi untuk pengobatan Diabetes Mellitus dan komplikasinya", Prof. Yudi menjelaskan bahwa perkembangan DM dan komplikasinya ditandai oleh inflamasi metabolik, yakni peradangan sistemik kronis tingkat rendah. Kondisi ini memicu resistensi insulin dan kerusakan sel beta pankreas.
"Jalur inflamasi merupakan salah satu jalur yang perlu dikendalikan untuk memperbaiki kondisi DM dan komplikasinya dengan menggunakan fitokonstituen anti-inflamasi," ungkap Prof. Yudi dalam pemaparannya. Ia menambahkan bahwa pengendalian inflamasi ini diharapkan mampu menstabilkan kadar glukosa darah sekaligus mencegah kerusakan organ lebih lanjut seperti ginjal, mata, dan saraf.