

IDEA JATIM, BATU – Produk olahan tempe dari Desa Beji, Kota Batu, kini tak lagi sekadar jajanan pasar konvensional. Lewat tangan dingin mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), para pelaku usaha lokal mulai dipersenjatai dengan strategi branding digital melalui inisiatif "Klinik UMKM".
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan digitalisasi ekonomi yang kerap membuat UMKM desa tertinggal. Tak hanya memberikan penyuluhan, para mahasiswa ini terjun langsung melakukan pendampingan jangka panjang, mulai dari teknik foto produk hingga manajemen media sosial.
Mengangkat Potensi Lokal ke Ruang Digital
Desa Beji sejatinya adalah "gudang" produk kreatif. Mulai dari batik tempe yang unik, keripik, abon, hingga mie berbasis tempe diproduksi di sini. Namun, kendala klasik masih membayangi: pemasaran yang hanya mengandalkan jaringan pribadi.
Ketua Tim KKN Desa Beji, Muhammad Fachri, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah membangun fondasi branding yang kuat.
“Potensi UMKM di sini sangat besar, tapi pemasarannya terbatas. Kami fokus melatih mereka dari nol, mulai dari visual produk hingga cara mengelola Instagram agar jangkauan pasarnya lebih luas,” ujar Fachri, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM, Senin (17/2).