IDEA JATIM, MALANG – Kelas-kelas SD Insan Amanah seketika berubah menjadi laboratorium yang penuh warna pada Sabtu (2/5/2026). Para siswa kelas 1 tampak sibuk memamerkan temuan mereka dalam gelaran inovasi bertajuk Science and Art Project Expo. Mengusung tema besar “Curiosity in Nature: Young Investigator Project”, kegiatan ini menjadi panggung bagi para peneliti cilik untuk membuktikan bahwa sains bukanlah momok, melainkan sebuah petualangan yang menyenangkan.
Sejak pukul 07.30 WIB, keriuhan mulai terasa saat para orang tua dan pengunjung berkeliling melihat barisan meja eksperimen yang ditata rapi. Tidak seperti pameran pada umumnya, di sini para siswa kelas 1 lah yang memegang kendali penuh. Mereka dengan lancar menjelaskan fenomena alam yang terjadi di depan mata, mulai dari proses “Biji Menari” dalam cairan, rahasia di balik “Sawi Warna-Warni”, hingga cara unik membersihkan karat hanya dengan menggunakan buah Belimbing Wuluh.
Kepala Sekolah SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd yang hadir memantau langsung jalannya acara, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberanian anak didiknya. Dia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga semangat rasa ingin tahu anak-anak.
Menurutnya, melalui sub-tema “Plan with Plants”, siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam agar tumbuh rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
”Kami tidak hanya mengajarkan teori di dalam kelas, tapi kami ingin anak-anak mengalami langsung proses ilmiah itu. Di sini, mereka belajar mengamati, mencoba, dan berani mengambil kesimpulan. Inilah langkah awal kami dalam membentuk karakter ilmuwan yang kritis namun tetap rendah hati,” ujar Dini, di sela kegiatan.
Ketajaman analisis para siswa ini terlihat nyata pada stan eksperimen “Jeruk Nipis Penghambat Oksidasi”. Dengan bahasa yang sederhana namun tepat, para siswa menunjukkan bagaimana potongan apel tetap segar berkat olesan jeruk nipis. Fenomena kimiawi yang biasanya rumit, berhasil mereka sajikan secara visual dan menarik bagi audiens sebaya maupun orang dewasa.
Salah satu siswa, Meccalova Ryuken, mengaku sangat bersemangat saat memperagakan eksperimennya. Dia berhasil tampil percaya diri. “Saya berani tampil. Karena sebelumnya sudah berlatih bersama guru. Senang sekali ada kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan apresiasi tinggi dari para orang tua yang terkesan dengan kemampuan presentasi anak-anak mereka. SD Insan Amanah kembali membuktikan bahwa dengan metode pembelajaran yang tepat, anak usia dini mampu berpikir sistematis dan mencintai dunia literasi sains. Expo ini bukan sekadar pameran hasil karya, melainkan bukti nyata bahwa investasi terbaik bagi masa depan adalah memberikan ruang bagi anak untuk kritis dan bereksplorasi. (*)
