

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) benar-benar menjadi magnet raksasa di peta pendidikan tinggi nasional tahun 2026. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) baru saja resmi ditutup, namun catatan angkanya cukup untuk membuat bulu kuduk bergidik: sebanyak 34.000 calon mahasiswa telah mendaftarkan diri demi memperebutkan kursi di kampus yang populer dengan julukan The Learning University tersebut.
Lonjakan ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 32.000 pelamar, terjadi kenaikan sekitar 2.000 pendaftar hanya dari satu jalur seleksi. Fenomena ini mengukuhkan posisi UM sebagai salah satu destinasi pendidikan paling elite, di mana "tiket" masuknya kini menjadi komoditas yang sangat diperebutkan oleh talenta muda dari seluruh penjuru negeri.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menyampaikan bahwa membeludaknya peminat merupakan indikator nyata dari kualitas pendidikan yang konsisten terjaga. Dalam keterangannya di hadapan awak media pada Selasa (31/3), ia menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap UM sedang berada di titik tertinggi.
"Ini adalah bukti sahih bahwa program studi dan reputasi UM semakin diakui di level nasional. Masyarakat melihat UM bukan hanya sebagai tempat kuliah, tapi sebagai ekosistem belajar yang transformatif," ujar Prof. Ibrahim dengan nada bangga.