

IDEA JATIM, MALANG – SD Anak Saleh memilih jalan berbeda dalam merayakan hari jadinya yang ke-21. Tidak ada hingar-bingar pentas seni tahun ini. Sebagai gantinya, sekolah yang berbasis di Malang ini mengusung semangat "SELIKUR" (Selalu Peduli dan Bersyukur) melalui aksi sosial dan penguatan karakter keluarga.
Rangkaian acara dibuka dengan doa bersama dan penyaluran santunan bagi puluhan anak yatim dan duafa di Masjid Anak Saleh, Jumat (13/2). Paket yang dibagikan meliputi peralatan salat, alat tulis, hingga sembako bagi warga duafa dewasa. "Kami ingin berbagi kebahagiaan dari apa yang kami miliki. Ini adalah wujud syukur atas perjalanan 21 tahun sekolah ini," ujar Herlina Tri Pambudiati, S.Pd., S.Pd.Gr, Ketua Panitia Milad.
Ia juga menyatakan bahwa aksi ini hanyalah pembuka, karena gerakan serupa akan dilanjutkan memasuki bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Puncak peringatan milad berlanjut di Aula Filkom Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (14/2). Menggandeng motivator parenting nasional, Ustaz Suhadi Fadjaray, SD Anak Saleh menggelar seminar bertajuk “Berseri Sebagai Istri, Berilmu Sebagai Ibu, serta Ayah Penyejuk Jiwa”.