

IDEA JATIM, MALANG – Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar Pergelaran Seni Pertunjukan ke-XVII di Gedung Graha Tirta pada Rabu (20/5). Mengangkat tema Infinity Fraternus (Two Souls, One Horizon), ajang tahunan ini menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam melestarikan ragam budaya Nusantara melalui seni tari dan musik.
Pergelaran seni berskala besar ini melibatkan lebih dari 200 mahasiswa lintas angkatan. Sebanyak 7 pertunjukan tari dan 7 pertunjukan musik dibawakan secara apik oleh mahasiswa angkatan 2023 sebagai penyaji karya. Sementara itu, mahasiswa angkatan 2024 bertindak di balik layar sebagai tim manajemen produksi.
Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan UM, Dra. Endang Wara Suprihatin Dyah Pratamawati, M.Pd., menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk implementasi kurikulum berbasis praktik. Kegiatan ini menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Penyajian Seni Pertunjukan serta Manajemen Pergelaran.
"Pergelaran ini tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh di industri kreatif," ujar Endang.
Keunikan pergelaran tahun ini terletak pada konsep keberagaman yang diusung. Mahasiswa mengemas unsur budaya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, Sumatra, hingga Indonesia Timur ke dalam bentuk interpretasi artistik yang modern.