

IDEA JATIM, MALANG - Pakar Kebijakan Publik dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB, Andhyka Muttaqin S.AP., M.PA., mengatakan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) guna menghemat BBM tidaklah signifikan. Apabila diterapkan perlu skema pengawasan yang ketat, serta tidak boleh berlaku pada semua sektor.
“Kebijakan WFH ini memang akan diterapkan untuk ASN, meskipun belum terdistribusi ke seluruh instansi. Untuk penghematan BBM, kebijakan ini tidak signifikan. Namun, akan menghemat energi lain (listrik/internet) dan mengarah pada efisiensi anggaran,” kata Andhyka.
Andhyka menilai kebijakan WFH tidaklah menyentuh akar permasalahan. Jika cadangan BBM menipis sebaiknya dibatasi penggunaannya (kuota), serta perbaikan transportasi umum agar masyarakat mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi.
“Karena takutnya, WFH hari Jumat dijadikan long weekend (libur panjang). Sekalipun di hari Rabu seperti yang diterapkan pemerintah Jawa Timur, ini nanggung karena sebagai pekerja semangat kita di puncaknya dan permintaan pelayanan oleh masyarakat tinggi,” tambah Andhyka.